Nasib Artis yang Dulu Jadi Istri Rano Karno di Amanah Wali, Kini Eksanti Hijrah dan Bangun Pesantren

Sempat beradu akting dengan Rano Karno di Sinetron Amanah Wali 4, artis Eksanti kini putar haluan.

Eksanti yang kini hijrah itu membangun usaha fesyen hingga membangun pesantren.

Diketahui, nama Eksanti terkenal sebagai model dan pemain film serta sinetron.

Eksanti sangat dikenal masyarakat di era akhir 1990-an hingga 2000.

Lahir pada 22 Desember pada 1973, artis cantik ini sudah jarang tampil di televisi.

Padahal dulu ia sempat membintangi sinetron Angin Tak Dapat Membaca pada 1996.

Kemudian ia juga pernah berperan sebagai Imas, istri dari Rano Karno yang melakoni tokoh Dullah dalam sinetron Amanah Wali 4.

Debut pada 1996 melalui sinetron, Eksanti juga membintangi film dan FTV.

Eksanti kini banting setir dan fokus pada bisnisnya.

Sekarang Jadi Pebisnis

Lama tak terdengar kabarnya, artis Eksanti kini kembali muncul dengan bisnis fesyen Yumnasa.ID di Bandung.

Eksanti terkenal sebagai model dan pemain sinetron. Ia sempat membintangi sinetron Amanah Wali 4 sebagai Imas, istri Rano Karno yang memerankan tokoh Dullah.

Artis asal Bandung, kelahiran 48 tahun silam ini membangun bisnis fesyen di masa pandemi, tepatnya 2 tahun lalu.

Ditemui di toko Yumnasa.ID, tepatnya di Jalan Buah Batu No 55, Eksanti mengatakan, saat itu baru berjalan 2 bulan, usahanya yang baru dibangun harus bertahan hingga saat ini.

“Saat awal dibuka, penjualan bagus dan adanya pandemi kaget juga, shock karena ekspektasi di awal langsung balik modal. Tapi karena ada pandemi harus rock and roll, sigap dengan situasi,” ucap Eksanti, Rabu (22/11/2021).

Senang tampil fashionable, menjadi alasan bagi Eksanti untuk membuka usaha fesyen.

Selain itu juga, ia sempat berkolaborasi dengan brand fesyen dan dari sanalah ia belajar bisnis fesyen.

Membuka usaha bukan hal pertama bagi Eksanti, sebelumnya ia juga pernah mencoba membuka usaha kuliner.

“Setelah berlabuh disini malah menemukan passion saya dan fesyen juga terus berkembang, tidak ada matinya,” kata Eksanti.

Apalagi di masa pandemi, meskipun aktivitas masih banyak dilakukan di rumah, tetapi tetap harus berpenampilan menarik ketika bekerja di rumah maupun di hadapan suami.

Nama Yumnasa untuk bisnis fesyen ini, dikatakan Eksanti memiliki makna dan doa di dalamnya.

“Yumna itu artinya berkah, usaha yang saya dirikan tujuannya memang ingin mengambil keberkahan dari perdagangan,” ucapnya.

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang jatuh pada hari ibu, Eksanti menuturkan, hasil dari usaha Yumnasa ini dilakukan untuk membangun Pondok Pesantren Al Bayyum dengan fasilitas pendidikan gratis.

“Di usia ini saya berharap bisa memberikan manfaat, dan menabung untuk bekal di akhirat masa depan dengan membangun pesantren,” kata Eksanti

Yumnasa.ID tidak hanya menyediakan produk fashion untuk para wanita tetapi juga lifestyle fashion untuk semua kalangan dengan semua kategori produk mulai dari dress up hingga casual, dan apparel dengan gaya modern, simple serta elegant.

Karakter dari produk Yumnasa.ID, mengedepankan karakter yang simple, elegan, klasik, dana bisa digunakan untuk kemana saja.

Warna pastel pun jadi pilihan untuk setiap produknya dan cocok digunakan untuk target usia 25-45 tahun.

Saat ini produk Yumnasa.ID, juga bisa ditemukan secara offline dan online yang sudah ada di marketplace.

Bangun Pesantren Alam

Kini Eksanti hijrah, tampil lebih anggun dan elegan dengan balutan hijab menutupi rambutnya.

Bertepatan dengan hari ulang tahunnnya, yang jatuh pada 22 Desember 1973, ia pun lebih fokus membangun bekal untuk masa depan, akhirat.

Melalui bisnis fesyen Yumnasa, Eksanti mengatakan hasil dari usaha Yumnasa ini dilakukan untuk membangun Pondok Pesantren Al Bayyum dengan fasilitas pendidikan gratis.

Meskipun demikian, tak bisa dipungkiri saat ini banyak orang tua yang merasa khawatir akan pendidikan pesantren di Indonesia yang dirasa belum aman.

Aplagi setelah munculnya kasus kekerasan seksual terhadap belasan santriwati yang dilakukan oleh Herry Wirawan yang meresahkan.

Menanggapi hal ini, Eksanti pun merasa sedih akan adanya kejadian ini.

“Impactnya pasti ada, orang tua yang tadinya tenang menitipkan anak di pesantren jadi takut. Tapi kalau menjalani di jalan yang benar, enggak usah khawatir, pesantren saya ini alam dan kegiatan anak-anak terlihat,” ucap Eksanti saat ditemui di toko Yumnasa, Jalan Buah Batu No 55, Rabu (22/12/2021).

Eksanti menyebutkan, ada rasa khawatir dengan kejadian seperti ini karena akan berdampak kepada umat islam secara keseluruhan.

Para santri yang belajar di pesantren miliknya ini, kata Eksanti akan diberikan latihan lifeskill, dan menerapkan penghapal Al-Quran.

“Banyak hal yang dilakukan mulai dari pelatihan kepemimpinan dan tidak mengurung mereka dalam satu tempat, kelasnya berpindah-pindah, jadi aktivitas semua terlihat,” katanya.

Selain itu juga santri perempuan dipisahkan dengan lawan jenis dan pengajar santri perempuan pun dilakukan oleh ustazah.

Ia mengatakan, santri yang telah bergabung dengan pesantrennya berasal dari warga sekitar yaitu daerah Soreang.