Selesai Larung Abu Jenazah Anaknya, Ayah Laura Anna Tundukan Kepala

279 views

Selesai Larung Abu Jenazah Anaknya, Ayah Laura Anna Tundukan Kepala

Begitu kapal speedboat bersandar di dermaga Marina Ancol, ayah Laura Anna, Gabor Edelenyi, langsung buru-buru meninggalkan dermaga.

Gabor langsung terduduk lesu dan menundukan kepalanya.

Pantauan Grid.ID, beberapa waktu, Gabor tidak mengangkat kepalanya.

Gabor tidak mengucapkan sepatah kata pun usai larung abu jenazah anak bungsunya.

Diketahui, Gabor juga sedang berjuang melawan kanker laring.

Di leher bagian depan Gabor juga masih dibuat lubang untuk kanul trakeostomi.

Lubang itu bakal disisipkan tabung pernapasan yang nantinya bakal menggantikan fungsi hidung dan mulut.

Gabor juga terlihar beberapa kali mengencangkan selang yang tertanam di lehernya.

Diketahui, Edelenyi Laura Anna meninggal dunia di tengah perjuangan menuntut keadilan usai kecelakaan bersama mantan kekasihnya Gaga Muhammad.

Laura meninggal pada 15 Desember 2021 pada pukul 09.22 WIB.

Laura disebut-sebut meninggal karena penyakit lambung kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Laura dinyatakan sudah meninggal setibanya di rumah sakit.

Sedih Banget, Ayah Laura Anna Tertunduk Lesu setelah Larung Abu Putrinya

Gabor Edelenyi menjadi orang yang kali pertama melarungkan abu jenazah putrinya, Edelenyi Laura Anna .

Ketika semua keluarga dan rekan-rekan sudah mendapatkan giliran menaburkan abu serta kelopak bunga mawar, sang ayah pun menjadi orang terakhir yang menaburkan abu jenazah Laura .

Saat rombongan sudah kembali ke dermaga 15 Ancol, Jakarta Utara, Papa Gabor tampak duduk tertunduk. Meskipun tidak meneteskan air mata, terlihat jelas raut wajahnya yang murung.

Untuk beberapa saat, ayah Laura itu duduk seorang diri di area dermaga 15 Ancol.

Kendati demikian, Greta Irene mengatakan, pihak keluarga kini sudah merasa lega sesuai abu jenazah Laura Anna dilarung ke laut.

Menurutnya, saat ini sang adik tak lagi merasakan sakit. “Dia udah bebas gitu, bisa tenang, bisa tidur nyenyak, karena selama ini dia tidur sakit, kesakitan, tiap hari dia teriak-teriak kesakitan,” kata Greta, Jumat (17/12/2021).

Greta menceritakan, sebelum prosesi pelarungan abu jenazah Laura Anna dilakukan, pihak keluarga sempat mengenang kembali sosok Laura. Dia juga berujar dirinya tetap tidak bisa menahan air mata kala itu.