Diupah 600 Rupiah Per Karung, Mahasiswi Ini Rela Jadi Kuli Angkut Semen Demi Bantu Orangtua

Seorang mahasiswi menjadi perbincangan media sosial dalam beberapa jam terakhir. Dalam sebuah video viral, seorang mahasiswi terlihat sedang melakukan pekerjaannya sebagai seorang kuli angkut. Sosoknya tersebut terekam dalam sebuah video dan telah ditonton jutaan kali.

Dalam video tersebut, perempuan yang kemudian dikenal sebagai Nur Aini tersebut juga mencantumkan pekerjaannya. Nur Aini bekerja sebagai seorang buruh angkut. Ia terlihat mengangkut sak semen dari truk pengangkut ke dalam gudang dengan pakaian lengkap berbaju lengan panjang dan memakai masker serta topi.

Dalam video yang beredar, ia pun akhirnya juga terlihat membuka maskernya untuk menunjukkan bahwa orang yang memanggul semen tersebut adalah dirinya.

Dilansir dari laman Suara.com, Aini menyatakan bahwa ia telah melakoni pekerjaan tersebut sejak masih kelas 1 SMA. Awalnya, ia penasaran dengan pekerjaan ayah dan ibunya hingga akhirnya ia mengetahui bahwa kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh panggul.

Setelah ikut melihat kedua orangtuanya, anak sulung dari lima bersaudara ini pun akhirnya juga ikut membantu keduao rangtuanya untuk menjadi buruh panggul.

Saat ini, Aini merupakan salah satu mahasiswa S1 di Universitas Negeri Makassar. Ia pun membagi waktu kuliah dan pekerjaannya dengan hati-hati. Aini menyatakan bahwa kuliahnya dimulai dari hari Senin hingga Kamis.

Pada hari Kamis sore, ia pulang ke Pinrang, dan bekerja sebagai kuli angkut hingga hari Minggu. Setelahnya, Minggu sore ia akan kembali ke Makassar untuk kembali menjalani kuliah keesokan harinya.

Setiap satu sak yang berhasil diangkatnya dari truk ke gudang, Aini akan mendapatkan upah sebesar Rp600. Sedangkan selama tiga hari pulang dan bekerja, ia akan mendapatkan sekitar Rp400 ribu.

Dengan begitu, Aini bisa mengangkut hingga 200an karung setiap harinya. Aini juga mengaku jika biasanya dalam satu mobil terdapat 850 karung semen. Awalnya, ia mengaku berat bahkan pundaknya sampai berdarah. Namun, setelah dijalani, semuanya tidak lagi terasa berat.

Aini mengaku jika ia tidak malu menjadi seorang kuli panggul semen. Ia melakukannya demi bisa membantu orang tua. Wah, salut banget sama mbak Aini, semoga diberikan kesehatan terus dan dilancarkan rezekinya ya. Semangat!