Sedih, Sudah Berkeliling dari Pagi Hingga Petang, Kakek Penjual Mainan Ini Hanya Dapat Uang 5.500 Untuk Makan

kakek Budi adalah seorang lansia yang hingga kini terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Sehari hari ia bekerja sebagai penjual mainan yang diambilnya dari seorang distributor. Dari mainan yang ia jual dirinya hanya mendapatkan keuntungan paling besar Rp. 5.500. Dalam sehari mainan yang bisa dijual hanya berkisaran 4-5 buah. Terkadang jualannya tidak laku sama sekali sehingga kakek hanya pulang dengan membawa rasa lelah.

Saat ini kakek tinggal bersama 3 orang cucu, anak yang bekerja jadi tukang parkir yang penghasilan nya tak menentu dan menantunya di sebuah rumah kontrakan sederhana. Kontrakan yang mereka tempati adalah pemberian seorang dermawan yang menyewakan untuknya dan keluarga.

Sebelum berjualan mainan, kakek sempat berjualan asongan dan kopi keliling namun seluruh modal habis untuk biaya sehari -hari dan pandemi membuat nya tak bisa bekerja. kakek sering berjualan ditemani sang cucu bernama evan yang berusia 6 tahun. Sebetulnya evan sudah ingin sekolah namun karena belum ada biaya Evan masih harus bersabar.

Dengan penghasilan yang hanya 5000 kakek dan keluarga harus bertahan hidup. jangankan untuk makan enak, untuk membeli beras 1 kilo saja masih kurang. walaupun begitu kakek tak pernah putus asa. Ia terus berjuang keliling untuk berjualan walaupun kakinya sudah sering kesakitan.

Dimasa tua nya ini kakek berharap bisa hidup lebih layak dan bisa melihat cucu-cucunya memakai seragam dan belajar di sekolah bersama teman-temannya seperti orang lain agar tak perlu ikut kakek berjualan lagi.