Kisah Haru, Pak Guru Honorer Ini Sudah Mengajar Selama 18 Tahun Digaji Rp300 Ribu, Harus Nyambi Jadi Penjahit hingga Kuli Supaya Bisa Nambah Penghasilan

Kisah pilu datang dari seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 18 tahun, namun hanya digaji Rp150 – Rp300 ribu saja. Karena terdesak kebutuhan, ia pun terpaksa nyambi mengambil beberapa pekerjaan tambahan.

Sutardi adalah seorang guru asal Desa Ciroyom, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak usia 40 tahun, ia telah mengabdi di SD Timuhegar. Dua tahun lagi ia akan pensiun, namun belum juga diangkat menjadi guru tetap di sekolahnya.

Alhasil, Sutardi harus memutar otak untuk menambah penghasilannya dengan nyambi menjadi tukang jahit, tukang cukur, hingga kuli cangkul sawah orang di kampungnya.

Selain mendapat gaji yang tidak seberapa, Sutardi pun sering dihadapkan pada rintangan saat berangkat ke sekolah. Ia harus menempuh jarak 10 kilometer dari rumahnya dengan medan yang tidak rata.

Pernah dulu rantai motornya putus, motor mogok, hingga jatuh terperosok. Beruntung saat itu ada murid yang membantu mendorong motornya.

Saat ini, Sutardi hanya berharap bisa lolos dalam seleksi PPPK agar dirinya bisa segera diangkat menjadi guru tetap dan ekonominya pun bisa sejahtera.