Kakek Penjual Anak Ayam Ini Tetap Berjuang Walaupun Sedang Sakit, Tetap Berusaha Walau Sepi Pembeli

Kakek itu hanya bisa duduk di pinggir jalan berbekal sepeda tua yang digunakannya untuk menjual anak-anak ayam. Hari itu belum ada orang yang membeli dagangannya.

Ia bernama Sana’i. Kakek berusia 71 tahun itu hidup sebatang kara di sebuah gubuk berukuran 2 x 3 meter, tanpa memiliki sebuah penerangan dan listrik.

Sehari-hari, Sana’i berjualan anak ayam keliling dengan sepeda tuanya. Terkadang, ia menuntun sepeda itu dengan tertatih-tatuh karena salah satu kakinya pincang.

Sana’i yang telah lama ditinggal istrinya meninggal itu tidak memiliki anak. Terlebih, ia memiliki riawayat penyakit paru-paru, sehingga harus berjualan untuk membeli obat dan makanan.

Namun, ia hanya bisa menelan pil pahit karena dagangannya tidak selalu laku terjual. Meski demikian, Sana’i tetap gigih berkeliling menjajakan dagangannya.