Demi Bantu Ibunya, Adik 7 Tahun Ini Tak Malu Jualan Gulali Ke Tetangga dan Teman-Temannya

Ayah Firli meninggal 3 bulan yang lalu, meninggalkan Firli dan adiknya yang masih sangat kecil. Bu Ani (Ibu Firli) hanya bisa usaha semampunya dengan modal seadanya. “Ingin sekali jualan, tapi modal darimana” ujarnya lirih

Saat ini Firli membantu Ibu jualan gulali, Filri keliling membawa gulali yang sudah dibuat oleh sang Ibu, harganya seribu saja. Kalau laku terjual semua Firli bisa mendapatkan uang 20 ribu.

Bu Ani sampai sekarang masih tidak percaya kalau suaminya telah tiada, sering bu Ani pingsang tidak ada yang melihatnya. Anak balitanya lah yang menolong dengan tangisan sehingga ada tetangga yang menolongnya.

Mereka tinggal di gubuk sederhana penuh tambalan agar tidak bocor , tidak ada dapur bu Ani hanya menggunakan batako yang di susun untuk pawon tempat memasak. Kayu untuk memasak masihlah sisa dari almarhum suaminya yang mencari.

Bu ani semakin bingung untuk kebutuhan sehari-hari, pampers untuk balitanya saja memakai pampers daur ulang, Tak jarang bocor dan membasahi kasur. Miris kehidupanya sangat kekurangan, tetangga yang melihat keadaanya kerap menanyakan apakah sudah makan atau belum.