Potret Perjuangan Nenek Seniman Jalanan Ini Mencari Nafkah Demi Bisa Dapat Uang Untuk Pulang Kampung dan Bertemu Anak

Berbekalkan sebuah speaker dorong dan kostum kesenian yang lusuh, nenek yang jalannya sudah tidak sempurna itu tetap menghibur di jalan demi bisa mengumpulkan uang.

Nenek bernama Yam itu sangat merindukan anak-anaknya. Namun, karena tidak punya ongkos untuk pulang ke Ponorogo, ia harus giat mengumpulkan pundi-pundi dengan menjadi seniman jalanan.

Saat ditemui oleh salah seorang pemilik akun TikTok bernama @keluargawiwikteguh, Yam sedang beristirahat dan duduk di pinggir trotoar. Wanita itu pun menghampirinya.

“Sore saat pulang kerja, lihat Mbah sedang duduk di trotoar terlihat capek banget,” tulisnya.

Lengkap dengan riasan wajah, Yam tersenyum pada wanita yang menghampirinya. Ia pun diberikan dua botol air kemasan untuk melepas dahaga.

Yam berusia 64 tahun. Sehari-hari ia menari di jalan kawasan Hotel Nur Pasific, Jalan Sumatera, Surabaya. Yam mulai bekerja dari pukul 7 pagi hingga 7 malam.

 

Di Surabaya, Yam tinggal di tempat bosnya. Itu pun tidak gratis karena ia harus memberi setoran Rp40 ribu per bulan pada bosnya.

“Mbah Yam, di balik senyumnya tersimpan kesedihan yang dalam, rindu anak-anaknya di kampung. Suami Beliau sudah lama meninggal,” lanjut wanita itu.

Oleh wanita itu, Yam pun diberikan beberapa kotak makanan dan memintanya agar segera pulang. Nenek itu menurutinya. Ia bergegas pulang dengan berjalan kaki mendorong speakernya.