Potret Perjuangan Nenek Pencari Rongsok Hidupi 5 Cucu dan Anak ODGJ, Walaupun Tubuhnya Sudah Lemah Tetap Rela Tiap Hari Angkat Rongsok 10Kg

Sejauh 15 KM Nenek Denji tempuh setiap harinya untuk mencari rongsokan. Dengan karung atau kresek besar, nenek memanggul rongsok yang didapatkannya untuk dibawa pulang. Seminggu, nenek biasanya mengumpulkan sekitar 10 Kg rongsok, upah yang diterimanya juga tergantung berapa banyak rongsok yang dijual.

Nenek mencari rongsok mulai dari jam setengah 6 pagi hingga jam 6 sore. Rongsok yang nenek dapatkan, dikumpulkan dulu selama seminggu biar banyak. Sekitar 20 atau 40 ribu Nenek Denji dapatkan setiap minggu. Uangnya dicukupkan untuk makan 5 cucu dan anaknya yang ODGJ.

Anak nenek yang gangguan jiwa bernama adalah Pak Rasyid. Sudah 6 tahun nenek merawat Pak Rasyid yang jiwanya terganggu setelah ditinggalkan sang istri. Selain merawat sang anak, Nek Denji juga harus merawat 5 cucunya karena Pak Rasyid tak bisa bekerja lagi.

4 cucunya sudah sekolah, sedangkan 1 cucunya yang bernama Ali, berhenti sekolah di kelas 6 SD. Ali sering diejek oleh teman-temannya, jadi dia tak mau lagi sekolah lagi. “Ali yang biasanya bantu nenek nyari rongsok, kalau cucu yang lain kan pada sekolah, mereka juga bantu beresin rongsok yang terkumpul kalau udah selesai sekolah,” tutur nenek.

Upah nenek dari mencari rongsok tentu jauh dari cukup. 40 ribu yang Nek Denji dapatkan harus cukup untuk makan 6 orang selama seminggu. Supaya cukup, keluarga kecil Nek Denji makan seadanya, paling mewah mereka makan dengan sayur ditambah sambal. “Ada nasi saja kami sudah bersyukur. Soalnya upah nenek harus dibagi buat makan, bayar kontrakan, biaya sekolah cucu, sama jajan buat mereka kalau ada lebih,” lirih nenek sambil menahan tangisannya.

Suami Nek Denji sudah lama meninggal dunia. Nenek punya 7 anak, tapi 5 anaknya yang lalin sudah meninggal dunia, kini hanya Pak Rasyid dan saudaranya yang masih hidup. “Anak nenek yang satu lagi tinggal di daerah yang berbeda dan hidupnya sama sulitnya seperti nenek,” ucap Nek Denji.

Pak Rasyid yang mengidap gangguan jiwa suatu saat hampir saja menyakiti. Namun berkat doa nenek yang tulus untuk anaknya dan mengkonsumsi obat penenang, Pak Rasyid akhirnya bisa tenang.

Kesulitan yang dirasakan Nenek Denji hanya bisa dijalankan dengan sabar dan penuh perjuangan. Nenek tak pernah mengeluh meski merawat anaknya yang gangguan jiwa dan 5 cucunya. Nek Denji hanya bisa berdoa agar Pak Rasyid cepat sembuh dan bisa beraktifitas kembali. “Nenek ingin anak nenek sembuh dan bisa kerja lagi. Kasihan 5 anaknya yang masih kecil. Mereka butuh bimbingan dan biaya biar terus sekolah dan menggapai cita-cita mereka. Kalau cuma dari rongsok saja, nenek khawatir mereka nggak bisa lanjut sekolah,” ucap nenek berkaca-kaca.

Kini, nenek hanya bisa menyisihkan sedikit dari upah yang didapat, karena nenek tak tahu ika hari esok dia masih punya penghasilan atau tidak. Nenek juga ingin bisa pergi umroh, tapi uang yang ditabungnya belum ada karena terpakai oleh kebutuhan sehari-hari. “Nenek ingin bisa umroh, nenek juga ingin uangnya cukup buat bayar kontrakan karena kalau nunggak nenek takut diusir. Nenek juga ingin anak cucu bisa terus makan, jadi nenek cuma bisa kerja buat mereka dan berdoa sama yang Maha Kuasa,” lirih nenek.