Kisah Perjuangan Kakek Tuna Netra, 30 Tahun Hidup Sendirian, Jualan Kantong Plastik Demi Menyambung Hidup

Lebih dari 30 tahun kakek Sunu hidup sebatang kara dan berjuang mencukupi kebutuhannya sendiri dengan berjualan kantong plastik.

Meski pendapatannya tak seberapa, kakek selalu sisihkan sebagian rezeki yang ia miliki untuk disedekahkan kepada orang lain.

Bahkan dalam kondisi sakit-sakitan, kakek selalu giat bekerja, beliau tidak ingin merepotkan orang lain.

Beliau juga mengumpulkan sedikit uang rupiah yang ia miliki untuk membeli kain kafan.

“Kalau saya sudah meninggal kain kafan saya sudah siap. Jadi tidak bikin repot orang lain” begitu ujar kakek.

“Plastik plastik … murah murah cuma 500 rupiah. Mari pak bu di beli di beli…” terdengar suara parau dari kakek Sunu menjajakan plastik nya.

Setiap hari kakek berangkat subuh sampai tengah hari untuk berjualan di Pasar Ikan. Harga plastik yang dijual oleh kakek sangat murah, hanya Rp 500. Mirisnya, masih banyak orang yang tega sekali menipu kakek dengan mengambil plastik milik nya dan membayar dengan Rp 100 saja.

Hasil dari jualan plastik kakek per hari hanya berkisar 15 ribu saja. 10 ribu beliau gunakan untuk makan sehari sekali, dan sisa nya beliau tabung untuk berobat, modal, dan biaya pemakaman kelak. Tak lupa dalam kondisi sesempit apapun kakek selalu berusaha menyisihkan rezekinya untuk berbagi beras dan berinfaq untuk sesama.

Dahulu kakek pernah berhasil menabung 70.000. Namun pilu, uang yang beliau kumpulkan begitu lama di di maling dan raib. Kini kakek menyimpan uangnya di balik baju. Berharap uang tersebut dapat lebih aman sehingga bisa beliau tabung.

Meski mengalami banyak ujian hidup, kakek Sunu tak pernah sama sekali mengeluh.

“Allah itu tidak memberi rezeki secara cuma-cuma. Karena itu, selagi tubuh saya masih bisa berfungsi, walaupun kaki saya sering lecet karena panas matahari saya akan terus berusaha. Allah menyukai hamba nya yang berikhtiar. Saya cuma bisa Doa, semoga apa yang saya usahakan siapa tahu besok membawa rezeki untuk saya bisa Haji atau umrah,” Doa kakek Sunu.