Awalnya Sedih Karena Banyak Belum Laku, Bapak Penjual Rempeyek Ini Langsung Tersenyum Bersyukur Saat Ada Orang Baik Borong Dagangannya

Pria penjual rempeyek keliling itu hanya bisa termenung duduk di pinggir jalan memandangi dagangannya yang masih banyak dan sepi pembeli.

Ia sengaja merantau dari Yogyakarta ke Jakarta hanya untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Namun, kenyataan pahit harus ditelan ketika pandemi datang dan dagangannya mulai sepi. Bahkan, untuk pulang kampung saja ia harus menunggu uangnya terkumpul dulu.

Penjual rempeyek yang selama ini sering berjualan di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, itu tiba-tiba didatangi pria muda yang berniat memborong rempeyeknya. Penjual itu pun kaget.

“Bapak pengen cepet pulang (ke Jogja)? Saya borong semua mau pak?” tanya pria muda itu.

Meski awalnya tak percaya, namun ternyata ucapan itu benar dilakukan oleh si pria muda. Rempeyek jualannya diborong habis bukan untuk si pria muda, melainkan dibagi-bagikan pada orang-orang yang kebetulan lewat di kawasan itu.

Mulai dari pemulung, ojek online, pengendara yang lewat, semua kebagian sekantong rempeyek. Tidak menunggu waktu lama, dagangannya pun ludes.

Ketika membayar belanjaan, penjual itu dikagetkan lagi dengan jumlah uang yang diberikan si pemuda. Penjual rempeyek pun sempat menolaknya.

Namun, ketika dibujuk, akhirnya rezeki itu diterima dengan ucapan terima kasih. Senyum si pedagang rempeyek pun mengembang. Hari itu juga, ia bisa pulang untuk bertemu keluarganya.