Walau Tubuhnya Sudah Lemah, Namun Kakek Penjual Tape Ini Tetap Berkeliling Jualan Walaupun Sering Tak Laku

Suatu ketika saat berkeliling, kakek pernah terjatuh hingga tali dagangannya putus. Alhasil, semua dagangannya berserakan di tanah dan tak layak dijual lagi.

Maman Rukmana, kakek berumur 80 tahun ini sehari-harinya berjualan tape singkong yang dipikul keliling dari desa ke desa.

Maman membuat tapenya sendiri dan butuh sekitar tiga hari agar tape singkongnya siap dijual. Tiap kali berjualan, ia akan berangkat pukul 6 pagi dan kembali di sore hari.

Tidak jarang dalam hari-harinya berjualan, ia sempat mengalami musibah, seperti terjatuh hingga tali dagangannya putus dan tape pun berserakan di tanah. Maman pun harus menelan kerugian.

Maman mempunyai penyakit asam lambung yang mengharuskan ia beristirahat ketika penyakitnya kambuh. Untuk meredakan sakitnya, kakek itu hanya bisa meminum obat yang dibelinya di warung karena ia tidak memiliki cukup biaya untuk berobat ke dokter.

Kakek yang tinggal di gubuk sederhana ini juga harus mengirit jatah makannya dan hanya makan dua kali sehari, pagi ketika berangkat dan sore ketika akan pulang.

Jika Maman makan di luar, maka uang yang dibawanya pulang semakin sedikit. Hal ini karena penghasilannya hanya Rp30 ribu per tiga hari atau jika dirata-ratakan Rp10 ribu per hari.

Tidak jarang juga tapenya tidak laku dan ia pun harus merugi. Maman hanya ingin suatu saat memiliki warung agar ia tidak perlu berkeliling lagi karena tubuh rentanys sudah tak sanggup.