Walau Tubuhnya Sudah Lemah, Kakek 90 Tahun Ini Tetap Berjuang Mencari Rongsokan Meski Upahnya 20 Ribu Sebulan

Setiap hari Kakek Marsono (90) mencari barang rongsok demi sesuap nasi. Setiap mendapatkan satu botol bekas, kakek beristirahat., tubuhnya sudah lelah untuk terus berjalan, ditambah dengan pusing yang ia rasakan dari anemia yang diidapnya. Kakek hanya dibantu tongkat yang ia buat dari besi untuk membantunya berjalan. Dia juga menggunakan sepatu boot dengan alas yang lebih tinggi pemberian tetangga, karena jika menggunakan sandal yang tipis, kakek lebih sering merasa pusing.

Mencari rongsokan dari subuh hingga siang hari, kakek hanya berharap bisa mendapat 1 karung rongsok. Dalam sekarung yang dikumpulkan, biasanya 3-4 kg saja yang kakek dapatkan. Setiap 1 kg harganya 1.200 rupiah. Dalam sebulan, tak lebih dari 20 ribu biasanya kakek dapatkan.

Biasanya kakek mencari barang rongsok di wilayah wisata Embung Rembulan. Namun sejak pandemi tempat itu sepi bahkan sempat tutup. Maka kakek harus berkeliling desa untuk memenuhi karungnya “Kakek sudah tidak kuat menggendongnya jika lebih dari satu karung,” lirihnya.

Kakek seharusnya selalu mengkonsumsi obat untuk penambah darah merah dan supaya tidak pusing ketika beraktivitas. Namun kakek tak punya uang untuk membeli obat. Sudah tengah hari pun kakek seringkali belum makan. Ia hanya membawa sebotol minuman manis pengganti obat penambah darahnya, itu pun pemberian tetangga.

Kakek hanya tinggal berdua dengan istrinya, Nek Warsih. Atap rumah mereka sudah bolong hingga air hujan akan masuk dan membasahi rumah. “Kakek belum mampu memperbaikinya, tidak ada uang. Ketika dikasih uang oleh orang lain, kakek biasanya segera membeli beras karena setiap hari kita butuh makan, “ lirih kakek.

Istrinya, Nenek Warsih kadang menjadi buruh tani di sawah. Ia mendapat upah 10 ribu jika sehari bekerja. Namun pekerjaannya hanya datang 2-3 hari saja dalam sebulan kepada Nek Warsih. Jadi supaya bisa membeli beras, kakek harus keliling mencari rongsok setiap hari meski upahnya sedikit. Karena penghasilannya bergantung dengan rongsok, kakek tidak pernah berhenti mencarinya. Kakek ingin sehat dan bugar supaya lebih giat dalam mencari rongsok tanpa merasakan pusing dan lemas.