Walau Punya Keterbatasan Mental dan Sulit Berbicara, Namun Pria Ini Tetap Berjuang Banting Tulang Demi Nafkahi Ibu dan Adiknya

Alan (16 tahun) sejak lahir ia mengalami keterbatasan mental dan susah untuk berbicara, sejak usia 11 tahun ia dan adiknya sudah ditinggal Ayahnya meninggal dunia. Walau dengan serba keterbatasan fisik Alan tetap semangat untuk berjuang demi ibu dan anaknya namun kesedihan harus kurasakan karena semua harta yang dimiliki dulu harus terjual untuk membayar hutang pengobatan Ayahnya.

Alan Kunjungi makam Ayah untuk mengobati rasa rindu dan memukpuk semangatnya berjuang demi keluarga meski dengan keterbatasan. Tak mau membebani orang lain, walau dengan keterbatasan ia mencoba menawarkan jasanya sebagai pemungut telur walau dengan upah yang tidak seberapa 5000 perhari.

Harapan Alan bisa terus menyekolahkan anaknya agar suatu saat bisa merubah keadaan kearah yang lebih baik. Mereka hanya nasi putih dengan lauk kerupuk seadanya menjadi menu makanan hampir setiap hari. itupun kerupuk dibuat dari sisa nasi.