Tinggal Sendirian Di Gubuk Kecil Dekat Pemakaman, Kakek Suhari Hanya Bisa Menahan Lapar Tiap Hari Karena Sudah Tidak Bisa Bekerja Lagi

Hidup dalam keterbatasan dan ketidakmampuan tenaga Kakek Suhari hanya bisa tergeletak di gubuk yang lokasinya bersebelahan dengan tempat pemakaman umum

Kakek Suhari melewati hari demi hari hanya seorang diri,kondisi beliau saat ini amat memprihatinkan,beliau hanya tidur beralaskan sarung yang sudah kumuh dan robek. Tak ada kasur sebagai tempat istirahatnya.

Pekerjaan beliau sebelumnya adalah sebagai pencari rumput, namun setelah beliau mengalami musibah kecelakaan yang mengakibatkan kaki sebelah kanan luka sehingga beliau saat ini tak mampu lagi untuk bekerja.

Untuk kebutuhan makan dan minum setiap harinya beliau hanya bisa bergantung dengan tetangga atau orang yang peduli terhadap beliau.

Baju ganti pun beliau tak ada, setiap harinya Kakek Suhari hanya mengenakan baju yang menempel ditubuhnya karena Kakek Suhari tak memiliki baju ganti. Harta yang Kakek Suhari punya adalah satu biji sendok makan yang ia gunakan jika ada orang yang memberinya makan.

Gubuk yang ia tempati hanyalah berluaskan 3×3 meter persegi. Tak ada toilet dan wc. Jika hendak buang air Kakek suhari hanya bisa memanfaatkan aliran sungai kecil dekat makam sebagai tempat buang hajat ataupun sekedar untuk mandi.