Putus Dengan PNS, Lalu Tolak Lamaran Seorang Pilot, Wanita Ini Lebih Pilih Nikahi Seorang Sopir Bus, Alasannya Bikin Salut

Kisah inspiratif sekaligus romantis hadir dari seorang wanita berdarah Jawa. Perjalanan cintanya begitu apik dan penuh pelajaran berharga. Terutama bagi yang ingin menuju jenjang pernikahan.

Dia adalah Primastuti Dewi Pobo. Semasa masih gadis, wanita yang akrab disapa Dewi itu pernah menjalin hubungan dengan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ada kekalutan yang membuat Dewi harus berpisah. Hingga ia dipertemukan dengan seorang pilot dari maskapai ternama di Indonesia. Pria asal Spanyol ini juga mengajak Dewi ke jenjang serius.

Tapi beragam pertimbangan membuat Dewi akhirnya memutuskan hubungan. Hingga tak disangka, cinta berlabuh ke hati seorang ‘sopir bus’ bernama Nacho.

Lain dengan para mantan sebelumnya. Nacho tampak sederhana, meski sejatinya ia termasuk orang berpunya dari Spanyol. Bahkan tak pernah mengakui pekerjaan aslinya ke orang lain. Setiap kali bertandang ke tanah air, ia akan mengaku sebagai ‘bus driver’.

Penasaran dengan perjalanan kisah romantis wanita inspiratif satu ini? Berikut ulasannya, seperti dilansir dari kanal YouTube Dewi Pobo, Selasa (31/8).

Tak sedikit orang yang menilai, bila menikah dengan PNS maka hidupnya akan terjamin. Begitu pula pendapat yang diterima oleh Primastuti Dewi Pobo kala berpacaran dengan seorang PNS.

“Jadi ceritanya dulu pacar saya calon PNS, sekarang sudah jadi pegawai. Long story short, akhirnya saya putus dengan dia, ada banyak pertimbangan,” kata Dewi.

Tapi tak berlangsung lama, kisah cinta keduanya harus pupus.

“Karena saya tidak mau punya suami PNS. Bukan merendahkan, karena orangtua saya juga PNS Abdi Negara. Saya akhirnya putus dengan dia, ada yang mengganjal,” sambungnya.

Ada perasaan mengganjal di benak Dewi. Jika ia menikmati uang rakyat, meski dari hasil kerja keras. Tentu hal itu akan ada pertanggungjawaban yang besar dan cukup berat bagi Dewi.

“Ada perang batin. Karena menjadi PNS itu berat sekali tantangannya bagi saya, meski memang hidup terjamin sebagai istri PNS. Tapi ada beban moral bagi saya yang berat sekali. Saya dibayar oleh rakyat, dan saya makan uang banyak orang. Dan itu sepanjang hidup sampai saya tutup usia. Apa saya sanggup menjalankan amanah itu,” ungkap Dewi.

Perjalanan cinta berlanjut, Dewi pun kembali dekat dengan seorang pria. Ia merupakan pilot berdarah Spanyol dan sudah bertempat tinggal di Jakarta.

“Saya berkenalan dengan seorang sopir pesawat. Seorang pilot Indonesia ini ada berniat menjalin hubungan yang serius dengan saya ke jenjang pernikahan. Saya pun bertanya pada diri saya sendiri. Sanggup enggak menjadi istri seorang pilot?” ujar Dewi.

Hubungan kian serius. Tapi hati Dewi kembali bimbang. Memikirkan pernikahan, tentu butuh persiapan mental.

“Karena saya memutuskan menikah itu bukan agar hidup saya terpenuhi oleh suami. Tapi lebih ke pada mempersiapkan diri saya, bisa enggak saya mendampingi suami saya,” imbuhnya.

Keputusan bulat, kisah cintanya kembali pupus di tengah jalan. Dewi mengaku tak kuat bila harus berada di lingkup pertemanan sang pilot bersama kalangan para artis.

“Enggak tahu kenapa saya malah enggak siap. Lingkungan dia juga dari kalangan artis, saya agak kurang nyaman juga waktu itu. Akhirnya saya putuskan ke dia, kalau tidak bisa melanjutkan hubungan. Saya takut enggak kuat dan stres sendiri,” pungkasnya.

Tak diduga, seiring perjalanan cinta menghantarkan Dewi mengenal seorang ‘sopir bus’. Pria berkebangsaan Spanyol bernama Nacho itu tampil sederhana dan supel.

“Akhirnya saya memutuskan untuk menikah dengan sopir bus, yaitu suami saya, Nacho. Berteman dulu dan enggak ada ekspektasi apa-apa. Nacho orangnya asyik dan saya enggak pernah tanya kerjanya apa, gajinya berapa. Lebih ke asyik ngobrolnya nyambung,” papar Dewi.

Setiap kali mengisi formulir, Nacho tak pernah mengakui pekerjaan aslinya dan memilih menulis sebagai ‘sopir bus’.

“Saya ketemu Nacho itu di Lombok. Suatu hari Nacho itu mau pindah hotel. Terus waktu itu saya pulang kerja, mau nemenin dia. Waktu isi form, Nacho itu nulisnya adalah bus driver. Oke sopir bus,” kata Dewi.

Hal itu dilakukan Nacho hingga saat ini. Akhirnya suami Dewi itu pun terkenal sebagai ‘sopir bus’. Banyak kenyamanan yang hadir.

“Suatu hari saya tanya sama Nacho, how lucky jadi sopir bus di luar negeri. Dia ketawa. Dia bilang, kenapa di hotel-hotel Indonesia ada pertanyaan pekerjaan. Nacho nulis di situ sengaja tidak mau menulis identitas sebenarnya. Banyak hal yang kami satu frekuensi. Akhirnya dialah pelabuhan terakhir saya,” tandasnya.

Terdapat pesan inspiratif dari Dewi. Meski suaminya tidak sekaya para mantan sebelumnya, tapi ia yakin ada rezeki dari Allah yang tak perlu diragukan.

“Kalau ada yang bilang saya menikah dengan bule itu karena materi, jujur ya Nacho itu adalah orang luar yang dekat saya yang paling tidak punya duit. Bukan berarti miskin. Tapi saya enggak pernah meragukan rezeki dari Allah, apapun kondisi dan keadaan dia. Karena saya lahir juga untuk berjuang, Insya Allah ada rezeki yang disiapkan Allah,” kata Dewi.