Nenek Tukang Urut Bayi Ini Hanya Bisa Bertahan Hidup dengan Penghasilan 5 Ribu Rupiah

Nenek Suripah (75) hidup seorang diri sebagai tukang urut bayi. Jika ada orang yang memanggil nenek untuk mengurut bayinya, nenek datang menggunakan sepeda tuanya. Tapi seringnya para orang tua datang ke rumah nenek.

Nek Suripah nggak mematok harga untuk pekerjaannya, tapi biasanya orang-orang memberikan 5 ribu rupiah kepada nenek atas pekerjaannya. “Nenek nggak pernah mematok harga. Berapapun orang yang kasih asalkan ikhlas, nenek terima. Tapi seringnya mereka ngasih nenek uang 5 ribu,” lirih Nek Suripah.

Namun pekerjaan itu tidak datang setiap hari, jadi nenek harus bisa menghemat uang 5 ribu yang dia punya, entah untuk berapa hari. “Kelaparan sering nenek rasakan, tapi nenek harus bertahan,” ucap Nenek.

Rumah Nek Suripah bersebelahan persis dengan saluran air atau got. Seringkali rumah nenek basah ketika hujan karena air kotor dari got masuk. “Selain basah, rumah nenek juga bau dari air got yang datang dari got itu. Nenek ingin sekali rumahnya diperbaiki,” tutur Nek Suripah.

Di rumah yang hanya sepetak tanpa kamar, nenek tinggal sendiri karena suaminya sudah meninggal dan tidak mempunyai keturunan. Dapur pun tak ada di rumah kecilnya. MCK yang dimiliki Nenek seadanya. Kalau nenek membutuhkan air, nenek harus menimba dulu di sumur.