Miris, Nenek Ini Tinggal di Rumah Miring Bersama Anak ODGJ, Takut Rumahnya Roboh Saat Sedang Tidur

Nenek Janah (62) sudah puluhan tahun tinggal di rumah yang kini sudah usang bahkan kayunya lapuk dimakan rayap. Lantainya dari bambu yang kondisinya kini sudah memprihatinkan. Bilik yang menjadi dinding rumah sudah berlubang dimana-mana. Sering kalau malam dan hujan, nenek tak bisa tidur karena air masuk melalui berbagai lubang. Nenek harus begadang sampai hujan reda.

Rumahnya juga sudah miring. Nenek takut rumahnya roboh menimpa dirinya. “Rumah ini sudah miring dan lapuk, nenek takut rumahnya roboh menimpa nenek,” lirih Nek Janah. Selain usang karena usia, rumah nenek juga rusak karena sering dirusak oleh anaknya yang ODGJ.

Anak Nek Janah tersebut bernama Pak Supendi (37). Sudah 10 tahun nenek merawat Pak Supendi yang mentalnya terganggu sejak dia bercerai dengan istrinya. Nenek Janah sering mengalah untuk makan karena mendahulukan anaknya dulu. “Kalau sedang kambuh, anak nenek suka ngamuk sampai ngerusak rumah tetangga. Makannya tetangga suka takut sama Supendi karena kadang-kadang suka ngamuk,” tutur Nek Janah.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Nek Janah menjadi pemulung batok kelapa dan buah pinang. Sehari biasanya nenek bisa mengumpulkan 1 Kg batok kelapa yang upahnya 500 rupiah. 1 Kg pun sudah sulit didapatkan karena banyak pohon kelapa yang sudah ditebang untuk dijadikan kayu bahan bangunan. “Biasanya nenek ngumpulin dulu batok kelapanya seminggu biar bisa dapat uangnya 3.500,” tutur Nek Janah.

Karena dari mengumpulkan batok kelapa uangnya masih kurang, nenek juga mulung buah pinang untuk menambah penghasilannya. “Kalau untuk buah pinang, nenek biasanya sehari bisa ngumpulin 1 kilo yang kalau dijual harganya 2 ribu,” tutur Nenek.

Kini, Nenek Janah ingin rumahnya segera dibetulkan agar tidak roboh. Karena kalau roboh, nenek dan anaknya nggak punya tempat untuk berteduh.