Kasihan Lihat Neneknya Sering Tak Punya Uang, Cucunya Ikut Bantu Jualan Di Pasar Walau Punya Keterbatasan

Feri merupakan salah satu cucu dari Nenek Daeng yang membantunya jualan di pasar. Feri sudah putus sekolah akibat keterlambatan memahami pelajaran. Ia dikategorikan sebagai anak inklusi sehingga ia memutuskan untuk tidak bersekolah dan memilih membantu neneknya jualan di pasar.

“Kasian nenek, sering gak punya uang. Feri bantu nenek jualan di pasar.” Ujar Feri dengan pilu

Feri kini tinggal dengan Neneknya yang berlokasi di jalan Kajenjeng Dalam No. 8, Kota Makassar. Rumah yang dia tinggali merupakan peninggalan dari orang tua Nenek Daeng yang sudah 35 tahun lamanya tak pernah di renovasi lagi. Rumahnya sering kali kebanjiran setinggi 1,5 meter. Jika sedang terjadi banjir, maka keduanya mengungsi di rumah tetangga lainnya.

Nenek Daeng bisa berjualan sayur di pasar merupakan salah satu hasil kerja keras Feri selama 20 bulan untuk mengumpulkan modal. Hingga akhirnya bisa menyewa tempat untuk berjualan. namun saat ini, Jualan Nenek Daeng dan Feri sangatlah sepi. Sering kali ia mengalami kerugian, hingga mereka belum mendapatkan keuntungan.

“ Sayur suka banyak yang sisa, kadang suka busuk. Terpaksa suka dibuang.” Ujar Nenek Daeng dengan sangat sedih

Kadang, jika tak mendapatkan keuntungan banyak, Feri dan Nenek Senga hanya bisa makan dengan sayur sisa jualan di pasar. Sayur yang sudah layu, Nenek Senga masak agar bisa makan dengan lauk sedaanya.

Feri berharap jika ada rezeki, ia ingin sekali memberikan modal usaha untuk neneknya agar bisa berjualan di pasar karena di masa pandemi ini usaha yang Feri dan Nenek Senga rintis sering kali sepi dari pembeli. Seta Feri berhadap bisa memenuhi kebutuhan pokok untuk dirinya, Nenek Senga dan keluarganya.