Kakek Pencari Rongsok Ini Tetap Berjuang Sendirian Merawat Nenek ODGJ Dengan Penghasialan 2 Ribu Rupiah Sehari

Nasib 2 lansia ini sangat memprihatinkan, Bapak Dapur (50 th) dan Neneknya Sarminah (89 th) hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kedua nya ditelantarkan oleh keluarganya.

Di usia senjanya, Bapak Dapur harus berjuang jadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi sang nenek yang menderita Gangguan Jiwa sejak lahan rumahnya dijual oleh anaknya sendiri lalu ditelantarkan.

Demi mendapatkan sesuap nasi, Pak Dapur keliling mencari rongsok. Hasil yang didapatkan pun tak banyak dan sangat kurang. Sehari biasanya beliau hanya mendapat 2 ribu saja. Sahabat, kebayang gak ? uang 2000 yang sering kita sepelekan ternyata sangat berarti bagi mereka.

Tentu tak cukup untuk sekedar beli setengah kilo beres, kedua nya seringkali tak makan akibat penghasilan pak dapur yang tak menentu.

Kini pak dapur dan nenek tinggal menumpang di gubuk reot sepetak milik tetangga nya. Atap nya rapuh, lantai beralaskan tanah, dinding terbuat dari bilik bambu dan sudah mulai roboh di bagian belakangnya. Kamar untuk tidur, dan WC pun tidak ada di rumahnya.

“Dulu ini sebenernya tanah nenek, tapi dijual sama anaknya sendiri dan menelantarkan nenek selama ini. Dan cucunya yang kini tinggal bersamanya ialah anak yang tidak diharapkan lahir oleh orang tuanya dulu (dibuang),” tutur Pak Erhan, Ketua LKS-LU Kuningan.

Akibat kejadian itulah nenek bapak Dapur mengalami gangguan mental, nenek hanya bisa mengesot setiap harinya, kakinya sudah tak kuat untuk berjalan seorang diri.

Saat tim relawan Rumah Yatim mengunjungi kediamannya, nenek sedang duduk sendirian di rumahnya menunggu sang cucu datang dengan harapan membawa uang untuk mereka makan.

Bahkan keadaan dapurnya, tampak 4 sendok nasi tersisa untuk makan beliau dan pak dapur. Lebih mengkhawatirkannya, Pak Dapur tidur di kursi panjang beralaskan tikar tipis sedangkan neneknya tidur di lantai beralaskan tikar dan handuk. Sedangkan sendal saja tidak punya.