Kakek Ini Curhat Sambil Nangis Karena Tak Punya Uang Untuk Beli Beras Buat Anaknya

Pilu, Kakek Arkawi harus merawat anak yang berkebutuhan khusus di usia senjanya. Ia harus terus berjuang, menjadi buruh tani dengan penghasilan tidak tetap membuat ia sering mengalami kesulitan, sekedar untuk makan saja ia sering tak menemukan.

Kepergian istrinya 30 tahun menyisakan perasaan sedih yang mendalam, betapa tidak ia harus mengurusi anaknya dan mencari nafkah untuk kehidupanya. Dalam setiap sujudnya kakek ini selalu menyelipkan doa “ Jika saja Allah mau mencabut umurnya, maka dahulukanlah anaknya, karena jika ia meninggal duluan, siapa yang mau mengurusi anaknya”

Air matanya selalu menetes jika melihat keadaan anaknya dalam nasib yang sangat memprihatinkan, namun dibalik semua itu ada hikmahnya untuk ia tetap bersabar dan menerima kenyataan hidup.

jika musim pertanian usai, maka ia pun terus berusaha demi anaknya bisa makan dengan cara membuat sapu lidi dari pelepah aren, walau tak seberapa uang yang didapatkan namun setidaknya bisa untuk membeli 1 liter beras demi anaknya tetap bisa makan, hanya mendapatkan Rp. 5000 saja untuk 1 ikat sapu lidi.