Bikin Haru, Nenek Ini Tiap Hari Dorong Gerobak Untuk Keliling Mencari Rongsok Sambil Merawat 2 Cucunya

20 Tahun yang lalu nenek zainab dan suaminya pisah, semenjak itu ke 5 anaknya ia asuh sendiri, jadi tulang punggung demi anak-anaknya Ia banting tulang, bekerja jadi buruh, jualan sayur, jadi pembantu rumah tangga nenek zainab pernah jalani sampai semua anak besar dan menikah.

Ia sempat tinggal sendiri dirumah kontrakan, namun anak keduanya (navia sari) bercerai dari suaminya, anaknya tersebut tinggal bersamanya. bukanya terbantu dengan kedatangan anaknya, justru menambah beban baru bagi nenek, sebab anaknya tersebut tidak bekerja dan punya 2 anak perempuan, yang no 1 namanya hafizah sudah berusia 6 tahun, namun belum bisa bicara dan belum bisa jalan. Dan no 2 namanya al Afis usianya 4 tahun.

cucunya ini (Hafizah) pernah koma selama 3 minggu dirumah sakit waktu umur 3 bulan, belum selesai sampai disitu beban nenek zainab bertambah saat cucu dari anak pertamanya juga ditinggal bersamanya ia Bernama Dwi Eka Saputra

saat ini Nenek zainab bersama anak nya yang janda dan ketiga cucunya mengontrak bedeng sempit dengan biaya kontrakan Rp. 300.000,. untuk dapat membayar kontrakan dan biaya sehari – hari nenek tetap semangat bekerja dalam kondisi badan yang sudah tua renta.

meskipun cucunya yang cacat membuat mereka sulit untuk bergerak mencari nafkah, namun dalam keadaan terpaksa demi dapat menyambung hidup, nenek serta cucu-cucunya ini tetap menyusuri jalan untuk mencari rongsokan, menjual tisu di jalan besar,

kesedihan yang begitu berat yang ia alami dengan mengajak cucunya yang cacat ini, sebab keluhan cucunya dengan kondisi jalan yang panas hujan sering membuatnya menangis ingin pulang. hanya dengan kata sabar yang bisa menenangkan cucunya,

“rezeki harus dicari, kalo kami dak keluar rumah, kami tak makan”. begitu ucap nenek yang kami temui beberapa hari lalu.

Nanek Zainab dan anaknya sering bergantian mencari rongsokan dan berjualan tisu di jalanan karena Nenek Zainab tidak selalu dalam kondisi sehat. Penghasilan Nenek Zainab dari memulung rongsokan tidak lebih dari 15 ribu sehari, itu pula semua rongsokannya tidak setiap hari dijual tapi dikumpulkan terlebih dahulu agar bisa mendapatkan lebih banyak.