Walau Jarang Laku, Kakek Penjual Balon Tak Putus Asah Cari Nafkah, Semua Demi Menyambung Hidup Cucunya

Namanya Daeng Sale usianya saat ini 85 tahun, Kakek mempunyai 6 anak yang dimana semuanya sudah berumah tangga dan bekerja sebagai pemulung dan penjual balon.

Saat ini kelima anaknya tinggal di kampung ( Jeneponto ) bersama istrinya, satu anaknya menemani Kakek Sale untuk merantau ke Makassar dan tinggal dirumah yang tidak layak huni. Rumah Kakek yang ditempati saat ini bukan milik pribadi melain milik tanah pemerintah yang sewaktu – waktu akan digusur dan Kakek tak tahu tinggal dimana lagi.

Kakek Sale dan anaknya merantau ke Makassar sejak tahun 2016 saat itulah Kakek bekerja sebagai penjual balon milik orang lain, satu balon yang kakek Sale jual dihargai Rp. 15.000 sedangkan upah dari hasil menjual balon yang Kakek dapatkan sebanyak Rp 5000 /balon.

Biasanya dalam sehari balon Kakek Sale terjual dari pagi jam 07.00 sampai 12.00 sebanyak lima buah balon dan terkadang tak satupun laku terjual. Dalam kehidupan sehari-hari Kakek Sale.

Kakek dan cucunya sangat susah untuk mendapatkan makanan dikarenakan pendapatannya yang terbatas dan sangat sedikit. Setiap berjualan Kakek Sale ditemani cucunya yang bernama illang, ilang membantu kakek sudah pikun dan penderangannya pun terganggu.

Ilang juga sebenarnya anak disabilitas sejak lahir ia tidak mempunyai bola mata di sebelah kanannya, ilang juga mengalami trauma jika bertemu dengan orang baru karena dari dulu ia sering di ejek oleh teman-temanya.

Harapan illang menemani Kakeknya berjualan balon keliling untuk membeli sepeda agar katanya illang iya yang akan menggantikan kakeknya berjualan balon keliling menggunakan sepeda dan menyuruh kakeknya istirahat