Tinggal Sendirian Di Tengah Hutan, Nenek Khatijah Khawatir Gubuknya Roboh Jika Dia Sedang Tidur

Saat tim Rumah Yatim mengunjungi gubug Nek Khatijah, berasnya hanya sisa setengah gelas saja. “Mbah bingung berasnya sudah habis, ini nasi kemarin yang diangetin terus” ujarnya

Nek Khatijah hidup sendiri membuatnya setiap hari merasa kesepian, seringkali hatinya menangis merasa tidak ada yang peduli denganya. Nenek tinggal ditengah hutan, untuk menuju ke rumah Nek Khatijah harus melewati lereng yang cukup terjal. Jalanya kebawah jauh 1 km dari pemukiman warga.

Kini Nek Khatijah sudah jarang naik ke atas daerah pemukiman karena kakinya sering lemas dan sesak napas ketika berjalan jauh. Dulunya Nek Khatijah seorang buruh tani setiap hari mencari sisa sisa padi dan matun. Pulang bawa lauk sayuran yang ada di sawah. Kini tubuhnya sudah tidak kuat lagi bekerja, hidupnya semakin susah untuk memenuhi kebutuhan makan.

MCK milik Nek Khatijah berada diluar rumah , itu pun kamar mandinya tanpa penutup hanya ada ember-ember terbuka dan WC nya sudah hampir roboh termakan angin dan hujan. Bangunanya sudah keropos. Setiap hendak wudhu saat malam hari nenek harus bawa obor untuk penerangan karena MCK nya tidak ada penerangan apapun.