Tinggal Di Gubuk Kecil Pinggir Jalan, Nenek dan Cucunya Ini Sering Kedinginan Saat Malam Hari

Ibu Siti Sukati (56) seorang janda yang tinggal bersama 2 cucu yatimnya. Ibu Siti harus terus berjuang demi bisa menafkahi 2 cucunya karena ditelantarkan oleh sang ibu. Cucu pertama Bu Siti bernama Tika (16) dan Rafli (10).

Mereka tinggal di gubuk berukuran 2×3 meter yang jauh dari kata layak. Material gubuk juga dibangun dari bahan-bahan seadanya dan sisa-sisa puing yang warga miliki. Mereka tidur berdesakan dengan perabotan rumah yang ada. “Meski kecil, saya harus bersyukur karena ini tempat dibangun oleh warga yang kasihan dengan kondisi saya. Tempatnya juga membuat kami kedinginan dan kepanasan karena cuaca, namun saya bersyukur karena kami punya tempat berteduh,” lirih Ibu Siti.

Gubuk yang ia tempati juga sekaligus warung yang menjual kopi dan makanan ringan. Warung itu menjadi ladang penghasilan bagi Ibu Siti dan cucunya. Modal membuka warung juga diberikan oleh warga setempat dan dermawan lain yang prihatin dengan kondisi Ibu Siti.

Dalam sehari penghasilan Bu Siti juga tak menentu. Rata-rata lima ribu sehari ia dapatkan, itu pun jika ada pembeli. “Meski demikian, saya tidak menyerah dan percaya kalau Allah Maha Pemberi Rizki,” lirih Bu Siti.

Cucunya yang paling besar kini tinggal bersama sang ibu yang tiba-tiba datang. Namun Rafli tetap bersama sang nenek meski hidup seadanya. “Kadang kita makan pake lauk seadanya atau tidak ada lauk pun kami bersyukur kalau masih bisa makan nasi,”tutur Bu Siti.

Rafli saat ini berhenti sekolah karena tak ada biaya. “Kasihan Rafli, sebenarnya dia masih pengen sekolah. Saya juga ingin dia bisa lanjut sekolah, namun apa daya saya tak punya biayanya,” lirih Bu Siti.