Tak Tega Lihat Ibunya Jadi Kuli di Sawah, Adik Ini Bantu Cari Nafkah Dengan Mengumpulkan Paku Untuk Dijual

“Endang hanya mendapat Rp 2000 hingga Rp. 5000 upah itu Ia titipkan kepada ibunya untuk biaya pendidikan”

Endang, kini masih duduk di kelas 3 SD, Cita-citanya ingin menjadi pemain bola dan Polisi ini sangat pesimis ia wujudkan, melihat keadaan ibunya yang hanya seorang buruh harian lepas yang tidak menentu, apalagi semenjak ayahnya meninggal dunia ketika Ia masih usia 3 tahun, bahkan ia sudah tidak mengenal lagi sosok ayahnya seperti apa

Tak tega melihat ibunya selalu bekerja kuli di sawah dengan jarak yang sangat jauh, Ia pun tak malu mengerjakan apa saja yang bisa menghasilkan, bermodalkan magnet bekas speaker, Ia ikat dengan tali, dan menyeretnya sepanjang jalan yang ada disekitarnya, paku-paku bekas dan apapun yang terbuat dari besi menempel pada magnet, lalu ia kumpulkan dan dijual ke salah satu pengepul di kampungnya.

Jarak yang ia tempuh sangatlah jauh, lebih dari 5KM ia harus menyusuri jalanan dengan harapan banyak paku bekas yang menempel, Endang berangkat jam 10 pagi dan pulang jam 16 sore, walau yang didapatkan tidak seberapa namun ini bukti perjuangan untuk mewujudkan impiannya, Endang hanya mendapat Rp 2000 hingga Rp. 5000 upah itu Ia titipkan kepada ibunya buat nanti bekal sekolah atau sekedar membeli buku.