Potret Perjuangan Nenek Ernawati, Rela Jualan Koran Demi Nafkahi 2 Cucu Yatim

Ditemani 2 cucu yatim, Nek Ernawati mencari nafkah dengan berjualan koran di lampu merah.

Ada 2 cucu yatim yang harus Ia hidupi dengan segala keterbatasan di masa tua ini. Senyum yatim-yatim itu jadi penyemangatnya berjuang dibawah terik matahari demi uang 15 ribu agar mereka bisa makan. Uang itu mungkin nominal yang sedikit untuk kita namun bagi mereka uang itu sangat berarti karena mereka bisa bertahan hidup.

Nenek dan cucu yatimnya berangkat dari pagi hingga sore hari, menjajakan koran dengan harapan ada yang membeli di tengah modernnya era digital. Satu persatu orang ditawari, namun tak banyak yang membeli.

Suami Nenek sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu, sedangkan Ayah dari 4 cucu yatimnya meninggal dunia 3 tahun yang lalu, sedang Ibu dari 4 yatim ini menikah lagi.

“Nenek kasian dengan cucu-cucu Nenek, Nenek ga bisa kasih mereka makan yang enak, bahkan kadang mereka harus menahan rasa lapar jika tak ada beras” Cerita Nenek.

Langkahnya kini sudah tertatih-tatih, kadang panasnya matahari membuat penglihatan Nenek menghitam, namun tak ada pilihan lain, di sisa umurnya Ia masih harus banting tulang sambil menahan sakit. Pilunya kadang sampai sore tak ada yang membeli koran Nenek.