Potret Haru, Mbah Lamun Rela Mencari Rongsokan Demi Bisa Menyambung Hidup di Gubuk Kecil

Namanya Mbah Lamun (71) di usianya yang sudah tidak lagi kuat, namun tubuhnya tetap beliau paksakan untuk bekerja. Setiap hari Mbah pergi ke sawah untuk mencari sisa-sisa padi mencari dalam perjalanan Mbah bisanya mengumpulkan rongsok untuk bertahan hidup.

Tidak cukup sampai disitu, nenek tetap masih bekerja dengan menyapu halaman mengumpulkan daun cengkeh kering. Semua pekerjaan itu nenek lakukan demi sesuap nasi. Karena hidupnya hanya sebatang kara tanpa suami dan tanpa anak.

Suaminya sudah meninggal lama. Kini hidupnya sendiri di Desa Maribaya, Tinggal di gubuk tidak layak huni, depan rumahnya banyak tambalan kayu yang ditutupi dengan seng bekas, ” biar hujan nggak langsung masuk” ujar Mbah Lamun.

Namun pada saat masuk rumahnya ada 3 ember penuh berisi air ternyata ember tersebut menadahi air hujan karena atapnya bocor. Lantai rumah nenek Lamun masihlah dengan tanah jika hujan datang rumahnya semakin licin untuk berjalan. Nenek kadang menangis melihat dirinya tidur dengan kasur basah akibat bocor.

Setiap harinya Mbah hanya makan daun- daun yang beliau temukan di kebun. Mbah Lamun sengaja menanam singkong dekat rumah dan menanam daun lumbu agar lauk tidak beli dan hasil dari bekerja sehari hari bisa untuk beli beras.

“Mbah kalau tidak bekerja keras seperti ini Mbah ga bisa makan” ujarnya , “mau ngandelin siapa kalau nenek nggak nyari sendiri” tambahnya.

Rupanya hasil rongsok itu ada ketika 20 hari mendapat 1 kantong penuh dan itu dapat 15rb. Untuk daun cengkih dapat 5 karung dan itu dikumpulkan dalam lima hari dapat 10rb.

Penghasilan yang sangat minim dengan kerja keras hang amat menguras tenaga, belum lagi untuk listrik dan airnya, Mbah harus membayar perbulanya 10rb karena listrik dan air nenek menyalur di tetangga.