Kisah Sedih Nenek Juni, Hidup Sebatang Kara dan Hanya Bisa Menahan Sakit Sendirian Di Gubuk Rapuh

Setiap hari Nek Juni hanya bisa makan ubi dan singkong, Nenek seringkali berpuasa karena tak ada makanan. Ia kadang hanya bisa menahan perihnya sakit perut karena kelaparan. Nek Juni hanya berharap secepatnya ada orang panen agar mbah Juni bisa mencari sisa sisa padi.

Tak terbayang bagaimana Ia berjuang sendiri dimasa tua ini, tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja, dulunya mbah Juni bekerja sebagai buruh tani. Kini hidupnya hanya bergantung dengan kebun dekat rumahnya yang ditumbuhi daun singkong dan ubi untuk makan.

Setiap hari melawan sepi sendiri, di gubuk yang sudah sangat tak layak, tubuh yang sudah sakit-sakitan itu beristirahat di atas ranjang kayu tanpa kasur. Kita tak pernah tau sudah sering Ia menangis di dalam gubuknya, tak ada tempat bercerita dan bergantung, Nenek harus bertahan sendirian.

Setiap hari Nek Juni mencari kayu bakar di hutan persil yang berjarak 2 km dari rumah. Nek Juni memaksakan badanya untuk menggendong hasil kayu yang beliau cari untuk memasak. Kini Nek Juni sering sesak nafas, untuk meredakan hanya membeli obat di warung ketika ada rezeki orang yang memberinya uang.