Kisah Sedih, Ibu dan Anak ini Hanya Bisa Makan Daun Singkong Jika Barang Bekas Mereka Tak Laku

Ibu Warniasih (49) hanya bisa mencari nafkah dengan memulung barang rongsok untuk menafkahi anaknya, Putri yang kini duduk di bangku SMP. Tak punya suami atau kerabat yang membantu, Bu Warniasih hanya bisa mengandalkan tenaganya sendiri demi sesuap nasi.

Berkeliling daerah Tegal mencari barang rongsok, Bu Warniasih hanya mendapat penghasilan 20 ribu saja. Namun sejak pandemi Covid-19 banyak jalanan di daerah Tegal ditutup. Bu Warniasih hanya bisa diam di rumah, bahkan botol rongsok yang telah ia kumpulkan masih ada karena tidak ada yang mau membelinya.

Tak punya penghasilan, Bu Warniasih dan anaknya hanya bisa diam di rumah yang telah rusak peninggalan orang tuanya sambil kelaparan. Berhari-hari keduanya hanya makan daun singkong dan garam.

“Saya ingin bisa beli beras dan makanan lain untuk Putri, kasihan dia harus ikut kelaparan karena saya tak punya uang,” lirih Bu Warniasih.

“Kami terpaksa hanya makan daun singkong dan garam supaya bisa terus menyambung hidup,” ucap Bu Warniasih dengan lirih.

Putri juga punya tunggakan biaya di sekolahnya, namun Bu Warniasih tak punya uang untuk membayar. “Jangankan untuk tunggakan sekolah, beli beras saja saya tak mampu. Namun saya tak ingin Putri putus sekolah,” tutur Bu Warniasih sambil berkaca-kaca.