Kisah Haru Nenek Penjual Pisang, Cari Nafkah Sambil Merawat Menantunya yang Sakit Stroke

Beliau adalah Mbah Rapmini, seorang lansia yang sudah 25 tahun menjual pisang setiap hari demi lanjutkan hidup dan mengobati menantunya, Mbah Tarjo (70 th) yang menderita stroke.

Sudah 3 tahun ini Mbah Tarjo hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur. Dengan tubuh yang kaku, tak bisa bicara dan bergerak. Anak semata wayang Mbah Rapmini telah meninggal 10 tahun lalu, begitu pula dengan suami Mbah Rapmini yang meninggal 25 tahun lalu akibat sakit.

“Menantu saya stroke, saya harus jual pisang buat dia berobat….” – Mbah Rapmini (87 th), Penjual Pisang

Kini Mbah Rapmini hanya hidup berdua dengan menantunya. Setiap hari berjalan sejauh 5 kilometer sambil membawa pisang yang tak sedikit. Menunggu para pembeli di dekat jembatan, sambil terus berdoa, semoga hari ini ada rejeki untuknya.

Dulu bisa saja ia dapatkan uang 30 ribu/hari. Tapi semenjak pandemi, sulit sekali dapatkan 30 ribu. Sering dibawah itu, bahkan pernah pula tak ada pembeli sama sekali. Jika seperti ini, dua lansia itu hanya bisa makan singkong rebus dan air putih pemberian tetangga.

“Ya kadang makan singkong rebus sama air putih. Kalau ada pisang yang udah terlalu mateng nggak laku dijual ya dimakan sendiri juga. Takut kebuang, mubazir” katanya.