Hanya Mengandalkan Alat Seadanya, Kakek Ini Tetap Berjuang Melaut Demi Cari Nafkah Keluarga Kecilnya

Sudah puluhan tahun Kakek Sadik menjadi nelayan. Penghasilannya bergantung pada cuaca laut. Jika cuaca tidak baik seperti musim angin barat, maka berbulan-bulan kakek harus pasrah tanpa penghasilan.

Pada pertengahan Juli lalu, perahu sewaan kakek terdampar dan terbalik hingga rusak parah. Barang-barang Kakek Sadik serta hasil tangkapannya hilang terbawa derasnya ombak laut. Kini kakek tak punya perahu untuk melaut.

Namun Kakek Sadik harus terus menafkahi istri dan cucu yatimnya. Kini kakek melaut dengan bermodalkan jaring dan ban bekas. Derasnya ombak dan karang yang tajam kakek hadang sebisa mungkin demi istri dan cucunya bisa makan dan terpenuhi biaya hidupnya.

Beberapa hari setelah perahunya rusak dihadang ombak, Kakek Sadik harus rela meninggalkan rumahnya yang sudah 20 tahun ia tempati. Kakek puluhan tahun memang menumpang di rumah itu, namun kini ia diminta bayaran 100 ribu per bulan. “Jangankan untuk bayar kontrakan, untuk makan sehari-hari saja saya kesulitan,” lirih kakek.

Karena tak mampu membayar, Kakek memanfaatkan gubuk bekas kandang ayam untuk tempat berteduh istri dan cucunya. Meski tinggal di gubuk tak layak, kakek harus ikhlas menjalaninya karena tak punya uang untuk mengontrak. Istri Kakek Sadik juga harus turun tangan menjadi buruh tani di sawah orang demi menambah biaya kebutuhan sehari-hari.

“Kakek ingin punya rumah yang layak untuk istri dan cucu. Kakek juga butuh perahu untuk mencari nafkah mas