Demi Menyambung Hidup, Mbah Napingah Rela Membawa Keliling 7-8Kg Kerupuk Untuk Dijual

Setiap hari Mbah harus menggendong kerupuk seberat 7-8 Kg sambil berjualan keliling Purworejo, tak ayal badan mbah semakin membungkuk dan jalannya tertatih.

Tidak semua lansia memiliki hari tua yang bahagia. Masih ada dari mereka yang harus berjuang demi untuk menyambung hidup, seperti Mbah Napingah (87 tahun).

Bertahun- tahun, Mbah berjualan kerupuk keliling setiap hari dengan berjalan kaki meskipun umurnya sudah hampir satu abad. Mbah tidak punya uang untuk membeli gerobak sehingga mbah membawa kerupuk-kerupuk tersebut dengan cara digendong.

Setiap hari, Simbah menggendong 7 – 8 kg kerupuk di punggungnya. Kedua tangannya pun ikut memanggul penuh dengan kerupuk yang sudah dibungkus. Satu bungkus kerupuk, Mbah Napingah jual seharga Rp4.000. Keuntungan yang diperolehnya tak banyak, hanya Rp500 tiap satu bungkusnya.

“Makan sehari-hari ya seadanya karena dapat uangnya kan tidak mesti, kadang kalau masih sisa ya saya bawa pulang lagi,” ucap Mbah Napingah.

Sebenarnya, Mbah Napingah memiliki 6 anak, tetapi hidup mereka semua sama susahnya. Karena itu, mbah memilih bekerja sendiri karena tidak mau merepotkan anak-anaknya.

Saat ini Simbah tinggal dengan satu anaknya yang terpaksa berhenti bekerja karena belum lama sembuh dari penyakit. Sedangkan suami Mbah Napingah sudah meninggal sejak 6 tahun silam karena penyakit liver.

“Setelah suami meninggal, saya harus bisa mandiri supaya tidak membebani anak-anak. Mereka semua hidupnya juga susah,” kata Mbah Napingah.

Terkadang mbah mengeluhkan nyeri punggung seusai menggendong karung kerupuk tersebut, namun simbah tidak pernah menyerah untuk mencari rezeki. Ia tahu, jika ia kalah dengan keadaan maka ia tidak dapat uang untuk makan hari itu.

Perjuangan Mbah Napingah bertambah berat ketika datang berbagai cobaan. Mbah pernah ditipu oleh pembeli yang tidak jujur dan dagangannya pernah hilang saat ditinggal sebentar di pasar.

Mbah Napingah memang merugi, tetapi ia tetap bersabar dan mengikhlaskannya. Mbah Napingah selalu bersyukur dan tak lupa berdoa semoga hidupnya senantiasa diberkahi oleh Tuhan.

Mbah selalu berdoa, agar ia diberikan kesehatan sehingga bisa terus menafkahi dirinya. Ia juga berharap agar diberikan kemudahan dalam mencari rezeki. Mbah sangat ingin punya kios dan gerobak untuk berjualan agar ia tidak perlu membopong karung kerupuk tersebut kemana-mana.