Demi Bertahan Hidup, Kakek Ismail Berjuang Jualan Roti Hingga Larut Malam, Tak Jarang Kakek Sering Berpuasa Jika Tak Punya Uang Makan

Derap langkah sambil tertatih karena usia yang senja dan lelah mendorong dagangan rotinya di sepeda, harus dilakukan Kakek Busrah Ismail (79) setiap jam 3 sore hingga jam 11 malam. Jarak 5 KM setiap harinya harus ditempuh oleh kakek yang akrab dipanggil Kakek Busra itu.

Mau tak mau Kakek Busra bekerja menjajakan rotinya meski hanya mendapatkan penghasilan 25-50 ribu rupiah per harinya. Walau lelah dan seringkali bertarung dengan cuaca yang panas atau hujan, kakek harus tetap berjualan supaya bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Upah yang kakek dapatkan untuk bayar bulanan tempat tinggal kakek sama buat makan. Kalau ternyata tak punya uang untuk makan, kakek hanya bisa berpuasa,” tutur kakek dengan lirih.

Kakek tinggal seorang diri, ia tak mempunyai anak dan telah berpisah dengan istrinya sejak 30 tahun lalu. Dagangan kakek juga tak selalu laku, terkadang Kakek Busra hanya bisa menjual 3 buah roti saja sehari.

Jika dagangannya masih tersisa kakek tak segan untuk menyedekahkannya kepada anak-anak yang ia temui di pinggir jalan meskipun ia harus menggantinya kepada produsen roti.

Dengan badan yang sudah tua renta, Kakek Busra tetap berusaha menjemput rezekinya. Jika kelelahan, kakek hanya bisa istirahat di bawah pohon yang ada di tepian jalan. Kelaparan juga sudah menjadi hal yang akrab dengan Kakek Busra.

“Kalau masih mampu, kakek akan terus berusaha untuk mencari rezeki yang halal dengan ikhtiar, InsyaAllah yang kakek lakukan berkah daripada harus mengemis kepada orang lain,” lirih kakek.