Bapak Tukang Bakso Ini Bagikan Kisah Suksesnya, Doa Orangtua Lebih Besar Daripada Modal Rp1 Miliar

Doa orangtua adalah segalanya. Jika dilihat, kata-kata itu seolah tak berarti banyak. Namun, kisah penjual bakso dan mie ayam asal Wonogiri ini menjadi bukti.

Sempat terjun bebas dari usahanya yang terus berkembang, ia pun kini percaya jika doa orangtua lebih dahsyat daripada modal uang. Tak main-main, jutaan rupiah menjadi omsetnya setiap hari.

Membangun bisnis seorang diri jelas bukan perkara mudah. Jatuh bangun merupakan hal yang biasa.

Begitu pula dengan sosok Ayub Wibowo atau yang lebih dikenal dengan Mas Bay. Ayub sempat berjibaku untuk bertahan menjadi penjual bakso setelah sempat merugi hingga semua modal habis tak bersisa.

“Jadi sudah gak punya apa-apa, aset terjual, utang di mana-mana, cicilannya menumpuk. Hp bunyi saja kita sudah deg-degan, jangan-jangan investor nih, jangan-jangan investor tanya modal nih. Pengennya itu menghilang gitu lah,” ujarnya.

Namun, ada keyakinan di dalam dirinya jika suatu saat semua rintangan itu bakal berlalu. Tentu saja, jika dirinya mantap terus melangkah dan pantang menyerah.

“Saya tetap ada prinsip. Ah suatu saat semua itu pasti akan berubah, kalau saya sampai titik di sini menyerah ya sampai di sini saja usaha saya, kan begitu,” ucapnya.

Ayub pun mulai menata usahanya. Kalang kabut, ia tetap bersemangat untuk kembali bangkit. Bermodalkan dukungan dari ayah yang memberinya satu buah gerobak kecil seharga Rp350 ribu, Ayub mulai merancang strategi berwirausaha kembali.

“Tahun 2016 itu kan semua ludes ya. Saya dari nol lagi, beli gerobak dorongan, yang beli itu ayah saya harganya kalau gak salah Rp350 ribu, itu modal saya dulu,” katanya.

Salah satu strategi Ayub yakni dengan mengumpulkan tabungan untuk membeli aset. Kala itu, ia pertaruhkan sebagian keuntungan untuk mendapatkan gerobak yang lebih menunjang.

“Dari penjualan ada sisa kita kumpulkan untuk membuat gerobak yang lebih gede lagi. Dulu kan saya cuma jual mie ayam, begitu banyak yang minta bakso, kita tambahkan bakso,” ceritanya.

Selain modal uang, Ayub percaya pada satu prinsipnya yang hingga kini dipegang teguh. Dukungan dan doa dari orangtua disebutnya merupakan modal paling utama bagi dirinya saat membuka usaha. Ayub percaya, doa orangtua mampu mengalahkan modal uang hingga Rp1 miliar.

“Doa orangtua itu lebih besar daripada modal yang Rp1 miliar. Kalau untuk membina usaha, itu prinsip saya pribadi,” paparnya.

“Makanya teman-teman yang masih dikasih kesempatan punya orangtua masih lengkap, bahagiakan orangtua, Insya Allah kemudahan-kemudahan itu akan dibuka lebar oleh Allah,” ungkapnya.

Benar saja, Rp2,5 juta per hari kini berhasil dikantongi Ayub. Dengan modal doa dari orangtua dan kepercayaan diri, kini Ayub menjadi salah satu pengusaha bakso yang sukses.