Skip to main content

Sudah Berkali-kali Gagal Bertarung di Pilkada, Sosok Wanita Emas Kini Kembali Bikin Heboh Berkoar-koar Bisa Hilangkan Banjir Jakarta dalam 2 Tahun : Kalau Tak Percaya, Potong 10 Jari Saya Depan Kalian


Bagi warga Jabodetabek, pasti kenal dengan wanita satu ini. 

Dialah Hasnaeni yang wajahnya kerap kita lihat karena terpampang di baliho, poster, spanduk saat ajang pilkada berlangsung. 

Sosok yang menjuluki dirinya wanita emas ini beberapa ikut pertarungan pilkada termasuk ibukota Jakarta, meski semuanya berakhir dengan gagal total. 

Namun, ia tak menyerah dan tetap ikut terjun di arena pertarungan pilkada. 

Sudah beberapa jenis pemilihan umum di berbagai daerah, wanita bernama lengkap Mischa Hasnaeni Moein ikuti.

Pada tahun 2010, Hasnaeni pernah menjadi bakal calon wali kota Tangerang Selatan dengan menggandeng Saiful Jamil.

Namun, di pertengahan jalan, bakal calon wakilnya mengundurkan diri.

Pada akhirnya, Hasnaeni batal mendaftar menjadi calon wali kota Tangerang Selatan.

Gagal di Tangerang, Hasnaeni tidak menyerah dan kembali mencoba peruntungan untuk maju dalam Pilkada DKI 2012.

Awalnya, Hasnaeni percaya diri melenggang di bursa cagub dengan mengandalkan dukungan dari 25 partai koalisi non-parlemen atau partai-partai kecil yang tidak mendapat kursi di parlemen.

Namun, dia kembali gagal mendaftar ke KPUD DKI.

Kejadian itu sempat ramai karena Hasnaeni merasa tertipu oleh partai pendukungnya.

Dia adalah Hasnaeni Moein atau yang bernama lengkap .

Hasnaeni Moein memang menjadi ‘penyejuk’ di antara peseteruan diantara perseteruan Ahok, Yusril Izha Mahendra, Ahmad Dhani maupun Sandiaga Uno.

Dalam keseharian dia juga dikenal sebagai pengusaha dibidang kontraktor dan energi yang telah dia geluti sejak usia 19 tahun.

Salah satu perusahaan yang dipimpinnya adalah PT Misi Mulia Metrical.

Meski tidak begitu dikenal di dunia hiburan.

Namun Hasnaeni Moen juga pernah terlibat dalam dunia sinetron.

Sinetron yang pernah dia bintangi berjudul Saras 008 dan Jin dan Jun.

Di dunia sinetron ia menggunakan nama Mischa S Moein.

Namun yang tak banyak diketahui adalah jika si ‘wanita emas’ ini adalah putri dari Politisi PDI-Perjuangan Max Moein.

Kini dirinya kembali heboh lantaran siap potong 10 jari tangannya.

Mengutip Tribun Jakarta, dirinya akan potong 10 jari terkait penanganan banjir, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas angkat bicara.

Sebelumnya, melalui unggahan @warung_jurnalis, Hasnaeni mengaku akan memotong seluruh jarinya.

"Dalam waktu berapa lama, saya kasih waktu 24 bulan bisa selesai banjir itu," ujarnya dalam video beberapa detik tersebut.

"Kalau tidak saya berani potong jari saya 10 nih depan kalian," ia menambahkan.

Sontak pernyataan ini mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Hasnaeni menuturkan dirinya berbicara sesuai dengan fakta.

Secara terang-terangan ia mengajak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk duduk bersama terkait penanganan masalah banjir di Ibukota.

"Ya saya artinya berbicara sesuai fakta. Fakta kalo memang gubernur gentlemen ingin kita selesaikan persoalan yg ada di DKI, mari kita duduk bersama."

"Saya akan memberikan satu presentasi dan membuatkan satu TOR dan membuat satu visibility study, karena saya ini adalah pelaku," beber dia saat membagikan nasi kotak di Duren Sawit, Minggu (28/2/2021).

Hasnaeni mengaku dirinya juga kerap disebut terlalu sombong lantaran pernyataannya tersebut.

Lagi-lagi ia membalas opini tersebut dengan latar belakang dirinya sebagai kontraktor.

Hal itu membuatnya semakin yakin bisa mengatasi banjir di Jakarta dalam waktu 24 bulan.

"Saya liat banyak opini yang mengatakan 'ibu ini terlalu sombong mengatakan bahwa bisa menyelesaikan persoalan banjir'. Saya adalah kontraktor lebih dari separuh umur saya."

"Jadi bagaimana mengatasi soal banjir, bagaimana mengatasi soal kemacetan yang ada di Jakarta ini, itu di luar kepala saya. Seperti bikin donat," tandasnya.


(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar