Skip to main content

MERINDING Suzanna Minta Benda Kecil Ini Masuk ke Peti Mati, Clift Sangra: Saya Taruh di Tangan Bunda


13 tahun jadi rahasia, Clift Sangra ungkap benda kecil yang diminta Suzanna masuk dalam peti matinya.

Tak banyak yang tahu, ternyata ada benda kecil yang diminta secara khusus Suzanna dimasukkan dalam peti mati saat ia meninggal dunia.

Clift Sangra menyebut kala itu Suzanna meninggal dunia di pelukannya.

Tak hanya itu, pemilik nama lengkap Suzanna Martha Frederika van Osch ini juga memberikan beberapa wasiat.

Salah satunya, Suzanna meminta agar sang suami memasukkan benda kecil kesayangannya ke dalam peti matinya saat meninggal dunia.

Diketahui Suzanna sang ratu horor Indonesia menghembuskan nafas terakhirnya pada 15 Oktober 2008 silam.


13 tahun sejak kepergian Suzanna, Clift Sangra mengaku masih menyimpan rapi semua barang pribadi sang istri.

Dilansir TribunStyle.com dari YouTube Trans TV, Clift Sangra memperlihatkan tempat tidur saat Suzanna wafat.

"Inilah kamar penyaksi detik-detik Suzana hembuskan nafas terakhir," ujar sang reporter dari tim Insert TV.

Terlihat kasur berselimut kain sprei motif bunga ini tertata rapi.

Tampak pula beberapa kebaya yang kerap dipakai Suzanna saat syuting tergantung di dinding.

Sementara di dalam lemari, hanya terlihat botol kaca minyak wangi dan bedak yang pernah dipakai Suzanna.


"Ini peninggalan-peninggalan bunda yang masih ada.

Ada tempat tidur, kursi tempat bunda duduk kalau berdoa.

Ini minyak wangi dan bedak yang pernah dipakai sama bunda.

Jadi masih saya simpan," ucap Clift Sangra.

Di saat itulah, Clift teringat soal permintaan aneh Suzanna.

Siapa sangka di antara make up yang ada, Suzanna meminta agar lipstik miliknya dimasukkan ke dalam peti saat dirinya meninggal.

"Bunda sebelum meninggal pernah bilang ke saya, 'kalau saya meninggal, lipstiknya dimasukkan ke dalam peti," ungkap Clift Sangra.

"Permintaan bunda?" tanya reporter penasaran.

"Iya, jadi begitu bunda akan dimasukkan ke dalam peti, lipstiknya saya taruh di tangan bunda," jelas Clift lagi.

Sayangnya Clift Sangra tak menjelaskan apa makna permintaan Suzanna soal lipstik tersebut.

TERKUAK Teka-teki Mengapa Tanggal Kematian Suzanna Tak Ditulis di Batu Nisan, Ternyata Ini Alasannya

Sementara itu, fakta lain soal tak tertulisnya tanggal kematian Suzanna juga sempat diungkap oleh Clift Sangra.

Melansir dari tayangan Rumpi No Secret edisi (19/9/2018), di atas makam berkeramik cokelat tersebut hanya menuliskan nama lengkap Suzana dan tanggal lahirnya saja.


Sekilas makam Suzanna memang terbilang paling besar di antara makam yang lain.

Hal ini dikarenakan Suzanna dimakamkan dalam satu liang lahat bersama sang putra, Ari Adrianus dan kakaknya Irene Beatrix Van Osch.

Bersama Feni Rose, akhirnya Clift Sangra mengurai fakta soal kematian Suzanna yang masih menyisahkan teka-teki.

Clift Sangra mengaku saat itu, Suzanna telah memberikannya beberapa wasiat jika suatu saat nanti ia tiada.

Salah satunya Suzanna meminta agar ketika ia meninggal dunia, pemakamannya harus berlangsung secara tertutup.

Selain itu rupanya ada satu wasiat lagi yang akhirnya menjadi jawaban atas teka-teki makam Suzanna tanpa adanya tanggal kematiannya.

Siapa sangka, dua tahun sebelum Suzanna meninggal dunia, sang artis telah meminta dibuatkan makam oleh sang suami.

Bahkan artis bernama lengkap Suzzanna Martha Frederika van Osch ini menuliskan sendiri rancangan makam untuknya nanti.

Di sebuah kertas HVS, Suzanna menggambarkan bagaimana tempat peristirahatannya yang terakhir.

"Dua tahun sebelum Suzanna meninggal, itu makam sudah dibangun.

Permintaan Suzanna dua tahun sebelum meninggal, "Minta tolong bikinin kuburan buat saya seperti ini," ungkap Clift di depan Feni Rose.


"Dia minta kertas HVS, dia gambar, 'saya mau di atasnya ada keramik warna coklelat, di bawahnya batu-batu kali, tulisannya seperti ini," tambahnya.

Saat itu Clift Sangra lantas melaksanakan seperti yang diinginkan sang istri.

Meski saat itu Suzanna masih hidup.

Hingga akhirnya dua tahun setelah itu, sang legendaris menghembuskan nafas terakhirnya.

Rupanya saat Suzanna dimakamkan, sang tukang grafir keramik tak menemukan sumber listrik untuk mengukir tanggal meninggalnya sang artis.

"Dulu itu (keramik kuburan) sudah digrafir, kan belum meninggal, jadi (tanggal kematian) dikosongin aja dulu.

Pada saat itu kita enggak terpikir, ya udah nanti kalau udah meninggal baru ditulis," cerita Clift.

"Saat Suzana meninggal, Clift memanggil tukang grafir untuk menuliskan tanggal kematian Suzana.

Begitu meninggal, saya panggil tukang grafirnya,

'Pak tolong ditulis tanggalnya 15 Oktober meninggal'.

'(Tukang grafirnya bulan) Pak, enggak ada listrik di kuburan, grafirnya gimana? Enggak bisa pak, saya butuh listrik'."

Rupanya lantaran itulah hingga saat ini tanggal kematian Suzanna tidak pernah terukir di batu nisannya.

Kini 12 tahun sudah Suzanna berpulang, namun sosoknya dan segudang karyanya seolah masih melekat diingatan para penggemarnya.

Clift Sangra pun kini telah melanjutkan hidupnya bersama sang istri tercinta, Nana Mahliana Hasan.


Menikah lagi setelah Suzanna meninggal rupanya bukan keinginan Clift Sangra.

Mantan aktor laga ini mengaku bahwa wasiat Suzanna-lah yang memintanya untuk kembali menikah jika dirinya telah tiada.

Tak hanya meminta Clift Sangra untuk menikah, Suzanna rupanya juga meminta agar suaminya memiliki anak kandung.

"Gini saya menikah lagi itu juga amanahnya bunda (Suzzanna).

Pertama untuk jadikan anak angkat kita jadi TNI."

"Kedua saya harus menikah lagi.

Punya istri yang sayang sama saya.

Punya anak kandung.

Kamu harus punya anak kandung," ungkap Clift Sangra kepada sang host, Feni Rose.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar