Skip to main content

Bantah Telanjang Bareng Staf, Bu Kades Gugat Cerai Suami Ngaku Diselingkuhi : Dia Punya Wanita Lain

 Bu Kades asal Pasuruan Jawa Timur yang diisukan selingkuh dengan staf bawahannya, kini menolak mentah-mentah kabar tersebut.

RK (38), Kepala Desa Wotaglih menyebut, isu selingkuh itu sengaja dikoarkan oleh suaminya, Pak Eko karena kini keduanya tengah pisah ranjang.

Tak terima dan sakit hati atas penggerebekan sang suami, Bu Kades pun melayangkan gugatan cerainya.

Di samping itu, Bu Kades membongkar perilaku suami saat dibelakangnya yang disebut sudah main api duluan.

Diketahui, Bu Kades sempat digerebek suami, anak dan warga setempat di sebuah rumah di Dusun Bedungan RT 1/3, Desa Dandangendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Saat digrebek pukul 08.30 WIB, Minggu (21/3/2021), Bu Kades dan Salam yang diduga selingkuhannya, sedang dalam keadaan telanjang alias tanpa busana.

"Di lokasi itu telah terjadi dugaan tindak pidana perzinahan," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto, dikutip TribunnewsBogor.com.

"Dan didapati keduanya sedang dalam keadaan tanpa busana di dalam sebuah kamar," tambah Endy.

Tak terima disebut selingkuh, Bu Kades pun melaporkan suaminya ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.

Bu Kades menilai, foto yang dipasang bukan foto sebenarnya, dan banyak tulisan yang tidak sesuai fakta.

Musofak, tim kuasa hukum mengatakan, laporan ini dilakukan setelah kliennya kecewa dengan pemberitaan di media sosial yang menempelkan gambar telanjang.

"Itu tidak benar. Foto itu bukan foto Bu Kades. Makanya kami tidak terima dan melaporkan kasus ini ke polisi," kata kuasa hukum RK, seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Bangsaonline TV, Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, kliennya merasa kecewa atas pemasangan foto setengah telanjang, dan bukan foto dirinya.

"Kami berharap, Polres Pasuruan Kota bisa bersikap profesional dan menindak lanjuti laporan kami sesuai dengan prosedur yang ada," ujarnya.

Tak cukup sampai disitu saja, Bu Kades juga menggugat cerai suaminya, Pak Eko.

Bu Kades mengaku sakit hati sudah dituduh suami yang macam-macam.

"Itu palsu semua," tegas Bu Kades.

Disebutkan Bu Kades, ia dan sang suami, Pak Eko benar sudah pisah ranjang.

"Kami sudah pisah ranjang 6 bulan," papar Bu Kades.


Ketika ditanya cinta, Bu Kades menegaskan sudah tak ada rasa dengan sang suamim Pak Eko.

Pasalnya, dibongkar Bu Kades, suaminya juga ternyata selingkuh.

Selingkuhan sang suami disebutkan Bu Kades adalah tetangga desa.

"Pak Eko yang selingkuh duluan," bongkar Bu Kades.

"Dia punya wanita lain, namanya Ayu, orang Dadanggendis," tambahnya.

Maka dari itu, jika diajak untuk rujuk balikan, Bu Kades secara blak-blakan ogah menerima suaminya kembali.

Diakui Bu Kades, suaminya itu diduga sudah menikah siri dengan selingkuhannya.

"Kalau diajak rujuk sama Pak Eko, gimana?" tanya wartawan'.

"Gak mau," tegas Bu Kades.

"Pak Eko sempat satu kali (kepergok selingkuh), terus gak mau ngulangin lagi," bongkar Bu Kades.

"Setelah saya jadi Kepala Desa, Pak Eko yang saya dengar sudah kawin siri," imbuhnya.

"Maka dari itu, saya gak mau," tegasnya.

4 Bantahan Bu Kades soal isu selingkuh dengan staf bawahan, beda dengan pengakuan suami

1. Bahas pencairan beras

Pertama, bu Kades membantah memiliki hubungan asmara dengan Salam.

"Saya tidak memiliki hubungan spesial dengan dia. Hubungan saya dengan dia, hanya sebatas kepala desa dan staf.

Hanya hubungan kerja, tidak lebih," kata Rini usai melapor ke Polisi.


Dia menjelaskan, awalnya itu, ia dan Salam memang sudah janjian untuk membahas pencairan beras bulanan untuk warga.

Dikatakan dia, Salam adalah operator di setiap proses pencairan bantuan ini.

"Kita ketemu di pinggir jalan. Lah akhirnya, tidak enak.

Pemilik rumah yang digerebek itu kebetulan kenal pak Salam, akhirnya menyampaikan mengobrol di dalam rumah itu saja," sambung dia.

2. Bukan rumah kosong

Ia juga menepis kabar jika rumah tempat dia digerebek suaminya adalah kosong.

Menurut dia, rumah itu ada penghuninya.

Bahkan, yang mempersilahkan masuk itu pemilik rumah sendiri. Pemilik tidak tahu, ia adalah kepala desa.

"Terus saya diperbolehkan masuk oleh pemilik rumah, terus saya langsung digerebek.

Sekali lagi itu bukan rumah kosong,ada orangnya," urainya.

3. Bantah tak berbusana

Kades juga berkilah saat penggerebekan itu ada di dalam kamar.

Ia menyebut,saat itu ada di ruang tamu bersama Salam.

"Yang nyebut saya tidak pakai busana itu juga tidak benar. Saksinya anak saya," paparnya.

Menurutnya, saat penggerebekan itu, ia ada duduk di ruang tamu bersama anaknya.

"Saya ndak kabur. Saya ada sama anak saya duduk di ruang tamu," ungkapnya

4. Sebut Salam dipaksa lepas baju

Ditanya soal Salam yang tidak pakai baju, ia mengatakan, saat ramai itu, Salam langsung dikejar oleh warga.

Warga meminta Salam untuk lepas baju, dan celana.

Tapi, Salam tidak mau, dan akhirnya bajunya aja yang dilepas.

"Iya dipaksa sama yang mengejar untuk melepas bajunya," tambahnya. (*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar