Skip to main content

Ibu Mertua Ngamuk Satroni Pernikahan Menantunya yang Polisi, Video Pukul Kepala saat Prosesi Viral

 Mengetahui menantu prianya akan menikah, sang ibu mertua ngamuk berusaha menggagalkan prosesi pernikahan.

Sang mempelai wanita yang tak mengetahui pernikahannya akan disatroni ibu mertua duduk kebingungan di pelaminan.

Kini, sang mempelai pria terancam dipenjara akibat ulah sang ibu mertua di pernikahannya.

Seorang ibu mertua di Thailand dilaporkan dengan marah gagalkan upacara pernikahan seorang pria.

Hal ini karena menantunya masih berstatus suami putrinya.

Dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan momen saat si ibu mertua memukul kepala menantunya di hadapan calon istri dan keluarganya.

Si pengantin wanita, disebut sudah tahu calon suaminya ternyata telah berkeluarga, tetap duduk, sementara mempelai pria kebingungan.

Begitu juga dengan para biksu, yang meski bingung, tetap mendaraskan doa pada upacara pernikahan di Provinsi Chai Nat.

Sang istri, Nipapan Peuchpen mengklaim, suaminya, Sersan Sarunyoo Mukaew, berselingkuh darinya selama setahun.

Perempuan 33 tahun ini mengungkapkan, dia menutupi rapat-rapat perselingkuhan demi 2 anaknya, dilansir TribunJatim.com dari The Sun via Kompas.com, Senin (22/2/2021).

"Saya sebenarnya tidak menyangka bahwa suami saya akan menikah dengan wanita simpanannya itu," kata Nipapan.

Sebabnya, dia menceritakan, Sarunyoo masih sempat menemuinya sebelum pernikahan dan mengaku akan sif di malam hari.

Hatinya pun hancur saat temannya memberi tahu tanggal pernikahan, di mana si ibu mertua langsung mendatangi menantunya.

Adapun Nipapan mengonfrontasi keduanya keesokan harinya.

Karena ulahnya, Sersan Sarunyoo terancam dipenjara 30 hari.

Sebabnya, si polisi sudah menyimpan wanita simpanan selama bertugas, yang merupakan pelanggaran hukum di Thailand.

Nipapan mengatakan, dia sangat terkejut sekaligus sedih karena si suami benar-benar mencampakkannya dan memilih selingkuhannya.

Si ibu mertua menerangkan, dia akan membantu putrinya membuat laporan sehingga Sarunyoo dan istri barunya bisa dihukum.

"Bagaimana dia bisa dengan enteng melakukannya?"

"Dan untuk pacarnya, dia harus tahu perempuan tidak boleh jadi perusak rumah tangga orang," ujar si mertua.

Rekaman bagaimana Nipapan dan ibunya berusaha menghentikan pesta pernikahan tersebut diserahkan ke kepolisian setempat.

Aparat menyatakan, mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengetahui bagaimana rekan mereka bisa menikah 2 kali.

Sementara itu, di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Taneteriattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada November 2020 lalu, seorang wanita berinisial SL (14)  tewas ditikam suaminya sendiri, Sakka (24), di depan ayah mertuanya.

"Tersangka membunuh istrinya sendiri kemudian kabur hingga ditangkap di Kalimantan Timur," kata Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf, Jumat (22/1/2021).

Dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, keduanya sempat cekcok mulut setelah pelaku menemukan chatting antara SL dengan pria lain yang diketahui mantan kekasih di media sosial.

"Saat mereka bertengkar saya berusaha melerai, tapi dia (pelaku) tetap mengejar istrinya yang lari masuk ke rumah," kata mertua korban yang juga ayah pelaku, Jafar, saat dimintai keterangan polisi.

Kapolres Bone, AKBP Tri Handako Wijaya Putra mengatakan, keduanya menikah secara siri karena korban SL masih di bawah umur.

"Pelaku merupakan residivis karena pernah menjalani hukuman 7 tahun penjara atas kasus penganiyaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Tri.

Pelaku dan korban sendiri diketahui baru menikah siri 2 bulan lalu.

Pelaku mengaku emosi dengan ulah sang istri yang masih menjalin komunikasi dengan mantan kekasih.

"Saya temukan chatting dengan mantan pacarnya dan isinya mesra sekali," kata Sakka.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP dan Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar