Skip to main content

VIDEO: HASIL Test Pack Positif Hamil, Pasien Ini Histeris, Lihat yang Dikandung 9 Bulan Ternyata Bukan Bayi


Tengah viral di media sosial kisah seorang wanita histeris mengira hamil yang dikandung selama sembilan bulan ternyata bukan bayi.

Bak disambar petir di siang bolong, wanita muda ini histeris saat melihat hasil USG pada perutnya yang membesar.

Bagaimana tidak, sembilan bulan perutnya membesar layaknya wanita hamil, pasien ini seketika lemas saat tahu isi perutnya ternyata bukan seorang bayi.

Kisah pilu pasien ini langsung viral di media sosial setelah dibagikan oleh pengguna TikTok @channamix.kapsul pada, Senin (11/1/2021).

Bagi perempuan, jika sudah memperlihatkan gejala seperti muntah-muntah dan perubahan mood yang drastis, merupakan salah satu tanda mengandung.

Dengan menggunakan alat tes kehamilan, perempuan yang telah menikah ingin melihat, terbukti dirinya benar-benar hamil atau hanya tidak.


Selain itu, melihat perut yang agak membesar, menambah keyakinan perempuan bahwa dirinya hamil.

Namun, kali ini perut besar yang dialami oleh seorang perempuan ketika melakukan pemeriksaan di klinik kandungan jauh dari kata membahagiakan.


Setelah sembilan bulan ia menunggu kehadiran buah hati, ternyata dalam perutnya bukan bayi.

Pada video yang dibagikan, channamix.kapsul turut menerangkan ketika pasien datang ke klinik dan mengaku hamil sembilan bulan.

"Seorang pasien datang ke klinik mengaku hamil sembilan bulan.

"Pasien bertanya, 'dok berapa hari lagi kira-kira saya melahirkan'

"Ternyata saat dilakukan USG. bukan janin yang terlihat.

Melainkan dokter menemukan ada 3 kista berukuran besar di dalam perut pasien.

"Pasien mengaku pernah tespack positif dan sangat yakin perutnya membesar karena ia sedang hamil dan sejak itu belum pernah USG.

"Test pack bukanlah tanda pasti hamil.

Jadi segeralah pergi ke dokter jika anda merasa hamil agar bisa dipastikan dan tidak terjadi hal seperti ini," demikian tulisnya.

Sulit untuk dipercaya, bahwa dalam kandungannya adalah tiga kista yang sudah sangat besar.

Setelah dilakukan scan, yang terlihat bukan gambar bayi, melainkan tiga kista yang cukup besar dalam perut pasien.

Awalnya pasien mengira perutnya membesar karena mengandung anak.

Ternyata dugaan tersebut tidak keliru, karena di dalam perutnya benda lain yang tidak diharapkan kehadirannya.

Jangan ragu untuk periksa ke dokter kandungan ya!!🙂 #usg #story #dokterkandungan #fyp #foryoupage #edukasi


Pasien yang ia hamil karena sebelumnya melakukan test pack dan hasilnya positif hamil.

Dengan hasil demikian, ia yakin dirinya hamil dan tidak melakukan pemeriksaan pada ahli kandungan.

Pada kesempatan itu pula, pengguna TikTok @channamix.kapsul turut menjelaskan agar tidak bisa yakin dengan hasil test pack tanpa melakukan pemeriksaan pada yang ahlinya.

Sebut @channamix.kapsul, lebih baik melakukan test pada orang yang ahli pada bagian kandungan, daripada berasumsi sendiri.

Mengutip dari health.kompas.com, ada beberapa penyebab kista pada rahim. 

Kista bisa terbentuk di indung telur yang berada di setiap sisi rahim.

Kista adalah pembengkakan jaringan tubuh, yang di bagian dalamnya terdapat kantong berisi cairan.

Banyak wanita memiliki kista di rahimnya tanpa gejala dan bisa hilang dengan sendirinya dalam hitungan bulan.

Namun, ada kalanya kista pecah dan menimbulkan gejala komplikasi serius.

Terdapat beberapa penyebab kista di rahim, di antaranya:

Faktor hormonal

Menurut Women's Health, penyakit kista dapat disebabkan oleh faktor hormonal.

Jenis kista yang biasanya berkembang karena perubahan hormon adalah kista fungsional yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi.

Indung telur atau ovarium secara alami membentuk struktur mirip kista yang disebut folikel setiap bulan.

Folikel ini bertugas memproduksi hormon estrogen dan progesteron, serta melepaskan sel telur saat wanita berovulasi.

Apabila folikel terus tumbuh di luar siklus bulanan, terbentuklah kista fungsional.

Kista fungsional biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan rasa sakit, dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam tiga siklus menstruasi.

Efek samping obat terapi kesuburan

Penggunaan obat tertentu yang memengaruhi perubahan hormon juga bisa memicu kista di rahim.

Salah satunya, efek penggunaan obat untuk terapi kesuburan yang membantu wanita berovulasi.

Kendati penggunaan obat tertentu memiliki efek samping memicu kista, para wanita tidak perlu khawatir.

Konsultasikan dengan dokter terkait perawatan yang tepat untuk meminimalkan efek samping tersebut.

Endometriosis

Endometriosis adalah munculnya jaringan selaput lendir rahim di luar rongga rahim atau uterus.

Wanita yang memiliki endometriosis lebih rentan mengalami kista di indung telurnya.

Kondisi ini disebut endometrioma. Jaringan endometriosis bisa menempel pada indung telur dan tumbuh membesar.

Jenis kista ini biasanya menimbulkan gejala nyeri, terutama saat berhubungan seks dan selama menstruasi.

Kehamilan

Penyebab kista di rahim juga bisa karena kehamilan.

Terkadang, kista terbentuk saat wanita berovulasi dan kista tersebut tetap berada di indung telur selama wanita mengandung.

Berkembangnya kista di awal kehamilan bertujuan untuk mendukung kehamilan sampai plasenta terbentuk.

Namun, pada beberapa kasus, kista menetap di indung telur yang menempel di rahim dan perlu dioperasi.

Infeksi panggul

Penyakit kista juga bisa disebabkan infeksi panggul yang tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Infeksi dari panggul dapat menyebar ke indung telur sampai ke tuba falopi dan memicu kista.

Wanita bisa mengetahui dirinya memiliki kista di rahim atau indung telur lewat pemeriksaan panggul.

Untuk itu, setiap wanita penting melakukan pemeriksaan panggul rutin secara berkala.

Selain itu, kenali beberapa ciri-ciri ada kista di rahim yang biasanya kerap diabaikan.

- Nyeri panggul atau sakit perut di bagian bawah tempat kista di rahim tumbuh

- Perut begah dan terasa penuh

- Kembung

Segera ke dokter apabila sakit perut atau nyeri panggul terasa parah, nyeri disertai demam, dan muntah.

Kondisi tersebut bisa jadi gejala kista membesar dan menyebabkan ovarium bergeser atau kista pecah. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar