Skip to main content

NGERI Pria Pergi ke Pasar Beli Udang Berujung Jari Diamputasi, 'Tercucuk, Menghitam', Ada Peringatan

 Peristiwa seorang pria jari tangan tertusuk duri udang hingga diamputasi tengah viral di media sosial.

Akhirnya hal tragis yang menimpa si pria nahas tersebut, yakni penyebab jari tangan sampai diamputasi terkuak.

Peristiwa ini rupanya juga beberapa kali terjadi dan menyorot perhatian publik.

Kisah terbaru dibagikan pengguna Facebook bernama Sufi Firdausi.

Ia menerangkan kondisinya setelah tertusuk duri udang.

Jari yang tertusuk adalah telunjuk.

Ia pun mengungkap kronologinya.

"Mohon untuk diingat ya, gara-gara tercucuk udang mentah yang dibeli di pasar.

"Waktu mencuci dan membersihkan udang, tangan saya tercucuk berkali-kali dan saya mengira tidak apa-apa.

"Setelah sehari, tangan saya menjadi hitam dan mengalami demam ringan.

"Lalu saya pergi ke klinik dan langsung disarankan untuk menuju rumah sakit.

"Malam itu juga saya langsung dioperasi dan dirawat inap selama 7 hari dan 2 hari di ruang ICU.

"Saya dijelaskan terkena serangan bakteri pemakan hidup pemakan daging manusia.

"Dokter mengatakan kalau satu hari telat, saya mungkin akan kehilangan lengan.

"Bakteri tersebut sudah menjalar sampai ketiak dan pada tubuh saya bagian lain.

"Mohon untuk memberitahukan kepada keluarga agar selalu hati-hati saat membersihkan udang mentah atau makanan laut lain," demikian tulisnya pada postingan, dikutip TribunJatim.com dari Serambi Indonesia, Minggu (3/1/2021).

Lalu apa sebenarnya bakteri pemakan daging manusia ?

Berikut ini penjelasan seperti dikutip pada The Malaysian Medical Gazette dengan judul Bakteri Pemakan Daging Manusia, penelitian yang dilakukan Dr Ahmad Mahyuddin.

Dr Ahmad Mahyuddin adalah seorang ahli bedah ortopedi yang bekerja di sebuah rumah sakit di Pahang, Malaysia.

Tentu kita pernah mendengar tentang piranha yang suka makan daging, bukan?

Namun tahukah Anda, ada juga kuman yang memakan daging manusia?

Kondisi ini dikenal sebagai Necrotising fasciitis di kalangan praktisi medis.

Biasanya disebabkan oleh kuman dari spesies Streptococcus atau secara khusus, yang dikenal sebagai Grup A, beta hemolytic streptococcus.

Ada juga beberapa kuman lain yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan tersebut seperti jenis Clostridium, E coli dan jamur.

Penderita diabetes serta masalah sistem kekebalan yang lemah rentan terhadap kondisi ini.

Penderita akan mengalami demam, badan lemah, lesu dan kehilangan nafsu makan.

Kadang-kadang pasien bisa datang dengan infeksi bakteri yang parah atau Sepsis.

Penderita bisa jadi tidak sadarkan diri serta memiliki tekanan darah rendah dan pada gilirannya bisa mengakibatkan kematian.

Risiko kematian setinggi 75 persen.

Badan pasien biasanya menjadi kemerahan, bengkak, panas dan perih jika dipegang.

Kulit pasien mungkin juga terlihat normal dari luar tetapi jaringan di dalam termasuk otot dan fasia (lapisan yang menutupi otot, saraf, dan pembuluh darah) telah mati akibat infeksi.

Pasien membutuhkan perawatan segera di rumah sakit jika mengalami kondisi seperti diatas jika terkena bakteri tersebut.

Jaringan tubuh yang mati perlu segera diangkat untuk mencegah penyebaran infeksi.

Pasien akan diberikan antibiotik untuk membunuh kuman yang tersisa bahkan setelah operasi.

Jika infeksinya terlalu serius, anggota tubuh pasien perlu diamputasi untuk menyelamatkan nyawa.

Lalu, bagaimana jika Anda terkena bakteri ini ketika sedang membersihkan udang maupun makanan laut lainnya ?

Berikut ini seperti yang dijelaskan Public Health Malaysia pada postingan Facebook.

"Seorang pria terluka jaringan ketika membersihkan udang, lukannya tidak parah, hanya terluka sedikit.

"Luka demikian bukan pertama kali ia alami, setelah jarinya berhenti berdarah, ia kembali melanjutkan membersihkan udang dan melakukan pekerjaan seperti biasa.

"Keesokan harinya, ia mulai mengalami gejala demam dan ujung jarinya menjadi bengkak dan kehitaman, ia segera menuju ke rumah sakit dan dokter menyebut ia terkena bakteri Necrotizing Fascitis, yakni bakteri berbahaya.

"Beberapa jam kemudian, tangannya berubah menjadi kehitaman, karena jari pria terseebut mulai dimakan bakteri.

"Jika terlambat bertindak, bakteri bisa semakin menyebar dan lengan pria ini bisa diamputasi.

"Bahkan bakteri ini bisa dengan serius menyerang organ tubuh bagian lain.

"Masih beruntung ia bisa diselamatkan, meski luka pada tangannya butuh waktu lama untuk sembuh.

Bakteri ini sering pada hewan laut dan dinamakan dengan Vabio Vulnificus, ia akan menjangkiti manusia ketika membersihkan udang/ikan.

"Bukan hanya itu, bakteri ini juga bisa menjangkiti penyelamat jika kulit penyelamat terluka, atau ketika makan makanan mentah.

Saran

Hindari terluka ketika membersihkan udang/ ikan.

Pakai sarung tangan untuk terhindar dari luka.

Jika terluka, cuci segera dengan air sabun, jangan dipencet maupun mengikat ujung jari.

Jika ada gejala demam, bengkak, kulit memerah, segera ke rumah sakit.

Mohon semua beringat ya. Gara-gara tercucuk udang mentah yang di beli dari pasar. Waktu mencuci dan membersihkan...


DIkutip dari Nakita ( grup TribunJatim.com ), peristiwa serupa juga pernah terjadi di tahun 2019.

Melansir Youth.cn melalui Toutiao pada Jumat (14/6/2019), Wu (64) membeli 3 pon udang, sebelum memasaknya dia membersihkannya dengan cara mencucinya.

Saat membersihkan udang, ibu jarinya tertusuk oleh ekor udang, namun tidak ada pendarahan dan rasa sakit, Wu menganggapnya sebagai cedera kecil.

Jadi dia terus mencurinya dan memasaknya.

Namun, tiga hingga empat hari kemudian, ibu jarinya membengkak merah.

Wu khawatir tentang masalah itu dia memutuskan untuk pergi ke klinik.

Setelah diperiksa dokter mengatakan padanya bahwa dia tidak dalam masalah serius, setelah suntikan dia diizinkan pulang ke rumah untuk memulihkan diri.

Kembali ke rumah dia malah mengalami demam, pusing, dan mengalami kondisi lesu, beberapa hari kemudian dia kedinginan dan kehilangan nafsu makan.


Pada hari kesembilan, setelah bangun, dan minum air, Wu terjatuh dengan kondisi tubuh lemah, hasilnya dia dikirim ke Rumah Sakit Zhongshan yang berafiliasi dengan Universitas Xianmen.

Dokter menemukan luka bernanah berwarna ungu, ini sangat berbahaya dan pemeriksaan segera di lakukan kemudian konsultasi dengan dokter ortopedi.

Lin Yongxiang, seorang dokter di departemen bedah tulang belakang di RS Zhongshan mengatakan hasil tes darurat sangat buruk.

Dia menemukan bahwa kegagalan hepatorenal, dehidrasi natrium rendah, peningkatan sel darah putih dan protein C-reaktif sepuluh kali lipat dari sel darah putih.

Artinya Wu menderita keracunan dan bakteri berkembang biak, tidak ada pengobatan dan hanya bisa diamputasi untuk mencegah racun menyebar ke jantung.

Hal yang perlu dilindungi adalah ginjal, hari dan redehidrasi anti-infeksi serta melakukan perawatan lainnya.

Dokter Lin Yongxiang memeriksa tangan kanan Wu dan mengirim spesimen untuk diteliti lebih lanjut, hasilnya menunjukkan infeksi S. pyogenes.

Pada saat ini, erosi racun telah menurun dan tidak dalam perawatan konservatif dimana racun membandel terus berkembang.

Setelah 5 hari racun menyebar ke siku, kulih aslinya belum menunjukkan tanda pemulihan dan masih berwarna ungu.

Oleh karena itu, sekali lagi Lin Yongxiang melakukan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawa pasien, memotong nanah pada lengan kanannya.

Lin Yongxiang mengatakan pada Xianmen Evening News bahwa pasien menunjukkan tulang rusuknya telah membusuk dan racunnya menyerbu persendian.

Untungnya gejala pasien dapat disembuhkan, setelah operasi dan kondisi Wu kembali normal, stabil setelah dipulangkan satu minggu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar