Skip to main content

Detik-detik Jasad Captain Afwan Teridentifikasi Lewat DNA Anak Kandung, Keluarga Ungkap Fakta Ini

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri kembali berhasil mengidentifikasi jenazah kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.

Kendatai demikian, masih ada 4 korban dari total 62 penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang jasadnya belum berhasil diidentifikasi hingga Jumat (29/1/2021).

Sudah sekitar 21 hari sejak insiden itu terjadi sejak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) lalu, namun penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu hingga saat ini masih menjadi misteri.

Belum diketahui penyebab pasti penyebab kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat.

Saat ini, sudah 58 korban yang jasadnya berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri termasuk jasad sang pilor, Captain Afwan.

Jasad sang pilot sendiri baru berhasil teridentifikasi setelah 21 hari tragedi kecelakaan pesawat.


Ad 2 jenazah lainnya yang juga berhasil teridentifikasi dihari yang sama dengan Captain Afwan yakni Riyanto dan Suyanto.

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna Relawati menuturkan jenazah Riyanto teridentifikasi berdasarkan data pembanding DNA anak.

Sementara jenazah Suyanto teridentifikasi berdasarkan pencocokan data DNA antemortem atau sebelum kematian dari ayah dan ibu kandung korban.

Untuk Captain Afwan, teridentifikasi berdasarkan DNA dari anak kandungnya.

"Kemudian, Afwan RZ, teridentifikasi berdasarkan DNA dengan data pembanding dari anak kandung," kata Ratna.

Daftar Korban yang Belum Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) sudah berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah jenazah penumpang korban Sriwijaya Air SJ-182.

Dari jumlah korban teridentifikasi yang tercatat hingga Jumat (29/1/2021) atau hari ke-21 proses identifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182.

Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan kini tersisa empat jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 yang dalam proses identifikasi.

"Yang belum teridentifikasi, pertama atas nama Arkana Nadhif Wahyudi (7 bulan), kedua Razanah (57), ketiga Dania (2), dan terakhir Panca Widia Nursanti (46)," kata Rusdi di RS Polri Kramat Jati, Jumat (29/1/2021).


Bila mengacu manifes penumpang Sriwijaya Air, Arkana tercatat duduk satu kursi dengan Rizki Wahyudi (26) yang teridentifikasi pada Selasa (16/1).

Dania tercatat duduk satu kursi Supianto yang teridentifikasi pada Kamis (14/1), Razanah dalam manifes di nomor 16, lalu Panca Widia dalam manifes di nomor 14.

"Itu nama-nama korban yang sampai sekarang, empat korban tersebut belum teridentifikasi dari 62 korban yang ada," ujarnya.

Meski belum teridentifikasi, Rusdi memastikan proses pencocokan data DNA antemortem dengan postmortem yang dilakukan belum berhenti.

Tim DVI masih berupaya melakukan proses rekonsiliasi yang merupakan fase IV dalam proses identifikasi DVI, dalam kasus ini lewat pencocokan DNA.

Beda dengan dua parameter lain dalam DVI yakni sidik jari dan gigi, data DNA postmortem dapat didapat dari berbagai bagian tubuh korban.

Hanya saja proses identifikasi lewat pencocokan sampel DNA antemortem dengan postmortem lewat uji laboratorium ini butuh waktu cukup lama.

"Untuk seluruh korban yang telah teridentifikasi sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga," ujarnya.


Dimakamkan di TMP Pondok Rajeg

Kakak kandung almarhum Captain Afwan, Agustina menceritakan saat detik-detik keluarga mendapatkan kabar tersebut.

Agustina mengatakan pihak keluarga mendapatkan kabar melalui sambungan telepon dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021) siang.

Saat itu, pihak rumah sakit mengatakan jika jasad Captain Afwan berhasil diidentifikasi.

"Alhamdulillah tadi siang DVI nelpon keluarga bahwa Captain Afwan sudah teridentifikasi dan Insya Allah besok pihak keluarga akan menjemput ke rumah sakit Polri dan akan diserahkan ke keluarga ke rumah," ujarnya.

Namun, ia mengaku tak mendapatkan penjelasan detail terkait kondisi jenazah sang pilot.

Menurutnya, keluarga hanya dapat informasi soal kabar teridentifikasi jasad Captain Afwan.

"Kami hanya dapat info sudah teridentifikasi aja. Sudah dipersiapkan insyallah besok akan diserahterimakan," jelasnya.

Menurutnya, jenazah Captain Afwan rencananya akan dimakamkan di TMP Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor.

"Akan dimakamkan di sini, di Pondok Rajeg Cibinong," tegasnya.

Ia juga mengatakan, keluarga besar Captain Afwan rencananya akan hadir untuk mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"Keluarga besar akan datang ke sini," ungkapnya.

Kerabat Kumpul di Rumah Duka

Rumah duka Captain Afwan di Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), Kabupaten Bogor, Jumat (29/1/2021) malam kembali didatangi keluarga dan kerabat.

Pantauan TribunnewsBogor.com, pukul 21.31 WIB, suasana rumah duka satu per satu mulai datang petakziah, baik dari pihak keluarga maupun tetangga terdekat.

Paman Captain Afwan, Kusnadi menjelaskan bahwa Jenazah Captain Afwan berhasil teridentifikasi tim DVI Polri pada siang hari ini.

"Baru dapat kabar sih hari ini. Siang hari. Untuk jamnya saya tidak tahu secara detail," ujarnya.


Lebih lanjut, Kusnadi mengatakan, pihak keluarga besok akan dijemput pihak terkait menuju RS Polri untuk serah terima jenazah.

"Intinya besok keluarga dijemput," tegasnya.

Sementara itu, Kusnadi membenarkan bahwa jenazah Captain Afwan akan dimakamkan pada esok, siang hari.

"Iya di Pondok Rajeg, siang hari," tandasnya.

Sementara itu, korban yang teridentifikasi sebelumnya yakni Okky Bisma (29), Khasanah (50), Fadly Satrianto (38), Asy Habul Yamin (36), Indah Halimah Putri (26), Agus Minarni (47), Ricko (32).

Ihsan Adhlan Hakim (33), Mia Trasetyani (23), Yohanes Suherdi (37), Pipit Priyono (23), Supianto (37), Toni Ismail (59), Dinda Amelia (16), Isti Yudha Prastika (34).

Putri Wahyuni (25), Rahmawati (59), Makrufatul Yeti (30), Rosi Wahyuni (51), Rizki Wahyudi (26), Nelly (49), Beben Sopian (58), Arifin Ilyas (26), Arneta Fauzia (38).

Fao Nuntius Zai (11 bulan), Yunni Dwi Saputri (34), Iu Iskandar (52), Oke Dhrrotu​ Jannah (24), Diego Mamahit, Didik Gunardi (49), Athar Rizki Riawan (8), Gita Lestari Dewi (36).

Fathima Ashalina Marhen (2), Rahamnia, Ekananda (39), Kolisun (37), Grislend Gloria Natali (28), Faisal Rahman (30), Andi Syifa Kamila (26), Shinta (23).

Mulyadi (39), Yulian Andika (33), Ratih Windania (32), Teofilus Uladari (22), Sevia Daro (24), Angga Fernanda Afrion (27), Rion Yogatama (29), Rusni (44).

Yumna Fanisyatuzahra (3), Muhammad Nur Kholifatul Amin (39), Fazila Ammara Mazeda (6), Sugiono Effendy (36), Yohanes (33), dan Nabila Anjani (11), Zurisya Zuar Zai (8), Umbu Kristin Zai (2).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar