Skip to main content

Air Mata Vivi Menetes Saat Buka Handphone, Besok Jenazah Suaminya Dimakamkan Dekat Nenek & Kakek


Jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh di Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021, atas nama Rion Yogatama telah teridentifikasi.

Kediamannya di Jl Kenanga II Lintas RT 06  Kelurahan Senalang Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau Sumsel telah dipenuhi para kerabat yang datang memberikan ucapan duka.

Saat ini, Riawan bersama Pandu adik Rion serta pamannya Suyitno masih menunggu di Jakarta menunggu informasi lebih lanjut dari Rumah Sakit Polri.

Vivi, istri Rion didampingi putri pertama, terlihat masih begitu terpukul.

Sesekali air matanya menetes sembari menatap layar ponselnya menunggu kabar lebih lanjut.

Purwanto, paman korban, mengaku sangat lega sekaligus bergembira karena jenazah keponakannya berhasil teridentifikasi dan akan dipulangkan ke Lubuklinggau.

"Kami lega sekaligus gembira, mungkin ini jalan terbaik menghadap ilahi, kami keluarga besar telah menerima dengan lapang dada, apa pun hasilnya," ungkapnya, Jumat (22/1/2020).

Ia menuturkan selama ini putra sulung Riawan ini telah banyak membantu pihak keluarga dan dikenal sebagai pribadi yang baik dan keluarga pun sangat merasa kehilangan.

"Sekali lagi kami pun mengucapkan terimakasih kepada Basarnas dan Tim DVI Polri karena telah berhasil mengidentifikasi keponakan kami ini, karena inilah yang sudah lama kami tunggu-tunggu," ujarnya.

Ia menuturkan atas nama keluarga telah menerima apa pun hasilnya.

Namun ia tidak mengetahui lebih detail karena sejauh ini berdasarkan penuturan istri Rion yang ditemukan hanya gawai dan dompet yang berisi KTP.

"Kami belum tahu, karena hari ini orangtua Rion dan pamannya masih di Jakarta mengurusi urusan proses serah terima jenazah Rion di RS Polri," ungkapnya.

Rencananya setelah tiba di Kota Lubuklinggau Sabtu (23/1) besok jenazah Rion akan dibawa pulang ke rumah duka terlebih dahulu untuk disalatkan dan setelah salat zuhur baru akan dimakamkan.

"Besok setelah tiba akan langsung kita bawa pulang ke rumah duka lebih dahulu, baru kita makamkan di TPU Kacung, karena disana ada makam kakeknya dan neneknya," ungkapnya.

Sementara Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe saat berkunjung ke rumah duka meminta kepada pihak keluarga untuk tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian Rion.

"Kita juga sudah komunikasi dengan paman Rion Suyitno kepulangannya besok melalui Bandara Silampari dan setelah tiba akan langsung dibawa ke rumah duka lebih dahulu," ujarnya.

Jenazah Rion Yogatama, yang merupakan penumpang Sriwijaya Air SJ 182, telah teridentifikasi dan rencanaya Sabtu (23/1/2021) besok jenazah akan dibawa pulang ke Lubuklinggau.

Walikota datang ke rumah duka bersama Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan, Hervanka Tridianto.

Dihadapan keluarga, walikota yang biasa dipanggil Nanan ini meminta pihak keluarga untuk selalu bersabar dan mengikhlaskan kepergian Rion Yogatama.

"Kita menyampaikan ucapan duka karena jenazah sudah teridentifikasi, mari sama-sama kita ikhlaskan kepergian almarhum dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah," ujarnya pada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Ia menyampaikan telah berkomunikasi dengan paman Rion, rencananya setelah semua urusan mereka selesai di Jakarta jenazah Rion akan diterbangkan Sabtu besok dari Jakarta menuju Lubuklinggau.

"Kita sudah komunikasi, setelah tiba besok rencananya jenazah Rion akan dibawa dulu ke rumah duka, biasanya pukul 11.00 WIB Batik sudah tiba, kemudian setelah salat zuhur baru akan dimakamkan di TPU Kacung," ungkapnya.

Ia pun mengaku ikut prihatin dengan keluarga yang ditinggalkan, teruma untuk istri dan kedua putri Rion yang saat ini masih berumur 3 tahun dan delapan bulan.

"Sebagai bentuk kepedulian dari Pemkot Lubuklinggau, karena istrinya terbiasa bekerja dan menghidupi dua anak yang masih balita. Kita upayakan istrinya ini bekerja sebagai honorer," ujarnya.

Rencananya istri Rion ini akan di masukkan sebagai pegawai honorer Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau.

"Dengan ibunya bekerja sebagai honorer di Damkar nanti diharapkan dapat membantu meringankan beban ibunya untuk menghidupi kedua anaknya, saya rasa cukup ya," ungkapnya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono menambahkan, sangat bersyukur jenazah Rion sudah teridentifikasi dan sejak awal memang Polres Lubuklinggau sudah koordinasi dengan keluarga.

"Sejak awal kita koordinasi, besok rencananya setelah jenazah tiba Polres Lubuklinggau akan melakukan pengawalan sampai rumah duka dan sampai dimakamkan," ujarnya. 

PT. Jasa Raharja (Persero) memberikan santunan sebesar Rp. 50 juta kepada keluraga Rion Yogatama korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Penyerahan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan Hervanka Tridianto kepada ahli waris korban waris Ervina Arnis istri Rion Yogatama.

Santunan diserahkan setelah Tim DVI Polri mengumumkan hasil identifikasi almarhumah pada Kamis (21/1) kemarin pukul 18.00 WIB.

Proses penyerahan bantuan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Lubuklinggau SN. Prana Putra Sohe dan Kapolres Lubuk Linggau AKBP
Nuryono.

Hervanka menyampaikan atas nama Dewan Komisaris, Direksi, dan keluarga besar PT Jasa Raharja turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

"Santunan korban meninggal dunia ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 Tahun 2017 sebesar Rp.50 juta," ungkapnya pada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Ia menuturkan proses santunan ini diberikan kurang dari 24 jam sejak pengumuman dari DVI Mabes Polri, dengan mekanisme
transfer/overbooking ke rekening ahli waris.

Jasa Raharja yang tergabung dalam Holding Perasuransian dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat.

"Hal ini sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum," ujarnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar