Skip to main content

5 Fakta Kemunculan Gas Misterius di Karanganyar, Ternyata Munculnya Gas Bukan yang Pertama

Sebuah luapan gas misterius muncul dari permukaan tanah pekarangan milik Sunarso (74)  warga Dukuh Domas, Kelurahan Popongan, Kecamatan/kabupaten Karanganyar.

Bahkan luapan gas tersebut nampak seperti asap berwarna putih, Sabtu (2/1/2021).

Sunarso menceritakan bahwa kemunculan gas itu telah terjadi sejak awal Desember 2020.

"Sudah sekitar sebulan gas ini muncul," katanya kepada TribunSolo.com pada Sabtu (2/1/2021).

Awalnya hanya ada satu lubang yang mengeluarkan gas, namun saat ini ada lima lubang lain yang ikut mengeluarkan gas.

"Lubang-lubang itu mengeluarkan gas yang apabila dipegang akan terasa panas," jelasnya.

Lokasi ini pun menjadi ramai viral di media sosial sehingga sering dikunjungi warga terutama anak-anak yang antusias dengan kemunculan gas tersebut.

Terkait kejadian ini berikut TribunSolo rangkum 5 faktanya.

1. Gas Terasa Panas, Bau Menyengat dan Kian Membesar.

Gas yang konon sudah sebulan ini muncul tiba-tiba terasa panas saat ditempelkan kulit, berbau menyengat apabila dari dekat, tetapi tidak memantik kobaran api.

Menurut Sunarso, gas yang muncul tersebut kemudian menggemparkan warga sekitar karena sejak awal Desember 2020 lalu, semakin melebar.

"Dari satu lubang kemudian menyebar menjadi beberapa titik yang kian membesar," katanya kepada TribunSolo.com, pada Sabtu (2/1/2021).

Apalagi pada waktu-waktu tertentu lanjut dia, gas tersebut cukup besar sehingga bisa dilihat secara kasat mata.

Namun beruntung Sunarso sempat mencoba membakar sebuah kertas untuk diarahkan ke lubang gas tersebut.

Setelah diuji coba beberapa kali, walhasil tidak ada kemunculan api.

Meskipun demikian, lubang gas itu menimbulkan hawa panas dan aroma belerang yang amat menyengat saat tercium dari dekat, sehingga mengkhawatirkan warga.

"Kalau dipegang tanahnya panas dan ada sedikit bau belerang," terangnya.

"Seperti kita lihat, tidak ada rumput yang tumbuh di permukaan tanah," ungkapnya.

2. Ternyata Munculnya Gas dari Dalam Tanah Bukan yang Pertama.

Kemunculan gas misterius di Dukuh Domas RT 2 RW 9, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, ternyata bukan yang pertama.

Menurut warga, Ngadi (62), peristiwa munculnya gas di lingkungan Dukuh Domas pernah ada pada 40 tahun silam.

"Dulu di tahun 1980-an pernah ada kejadian serupa," katanya kepada TribunSolo.com kepada Sabtu (2/1/2021).

Dirinya menyebut jarak antara rumah Sunarso tempat munculnya gas dengan lokasi puluhan tahun silam, hanya berjarak 50 meter.


3. Polisi Koordinasi dengan BPBD : Tak Ada Potensi Bencana.

olisi mengecek kemunculan gas yang menggemparkan warga Dukuh Domas RT 2 RW 9, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.

Kapolsek Karanganyar Kota, AKP Ridwan mengatakan, bahwa kemunculan gas tersebut tidak ada potensi terjadinya kerusakan atau peristiwa bencana.

"Saya pastikan kondisi di lapangan aman," katanya kepada TribunSolo.com pada Sabtu (2/1/2021).

Sebagai tindak lanjut, AKP Ridwan akan membawa perihal kemunculan gas itu kepada Polres dan Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

"Saya baru dapat laporan hari ini nanti akan saya teruskan ke atasan," terangnya.

4. Akhirnya Terpecahkan, Polisi Ungkap Penyebab Munculnya Gas di Karanganyar.

Kapolsek Karanganyar, AKP Ridwan, mengonfirmasi bahwasanya asap tersebut berasal dari aliran listrik kabel ground PLN yang berada tepat di samping sumber gas tersebut.

"Ternyata penyebabnya adalah aliran listrik di samping kabel ground," kata AKP Ridwan pada Sabtu (2/1/2021).

Asap gas tersebut muncul dari pekarangan milik Sunarso (47).

Kini pihak PLN akan menangani permasalahan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan warga mengenai gas itu.

5. Sempat Dikira Bekas Timbunan Sampah.

Sudah 17 tahun Sunarso (74) menempati lahan yang terletak di tepi Jalan Lawu, Dukuh Domas RT 2 RW 9, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.

Namun baru kali ini dirinya dirinya baru menemukan peristiwa aneh yaitu kepulan asap yang muncul dari salah satu sudut tanah di pekarangan toko pupuknya.

"Asapnya muncul sejak awal Desember 2020, tapi lupa tepatnya," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (2/1/2021).

Hanya saja kepulan asap gas itu baru viral ketika malam tahun baru kemarin.

Saat ada salah satu warga yang mengambil video kepulan asap yang kebetulan menjulang tebal sehingga terlihat jelas di video.

"Itu video yang tersebar kebetulan saat tidak ada angin sehingga nampak putih dan tebal," ujarnya.

Setelah video itu viral muncul banyak spekulasi mengenai penyebab munculnya gas yang ada secara misterius itu.

"Ada yang bilang itu bekas timbunan sampah yang tersimpan lama, tapi saya kurang percaya karena ini bekas kebun, dan apabila benar itu dari sampah, tidak mungkin asapnya akan terus muncul," tegasnya.

Dalam pantauan TribunSolo, nampak asap itu berhembus tipis karena terkena kepulan angin di sekitarnya.

"Asapnya tipis tapi sedikit tercium bau belerang apabila kita berada di jarak dekat, dan apabila kulit kita bersentuhan dengan tanah akan terasa panas," ungkapnya.

Sunarso juga menunjukkan sebagian tanah halaman tokonya yang kini gundul karena terkena hembusan gas itu.

"Bisa kita lihat saat ini rumputnya meranggas karena gas," ujarnya.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar