Skip to main content

Tak Bisa Melihat, Kang Aris Keliling Kota Bandung Jualan Gurilem, Istri dan Anak Menunggu di Serang

Suatu siang di satu jalan kecil di Kota Bandung, anggota DPR RI Dedi Mulyadi menemukan seorang pria yang tengah keliling berjualan gurilem, kerupuk kecil-kecil yang disajikan dengan kuah pedas.

Berbeda dengan penjual gurilem lainnya, pria yang belakangan diketahui bernama Kang Aris itu tak bisa melihat. Dia penyintas disabilitas netra.

Kang Aris berkeliling jalan kaki sambil memikul sejumlah bungkusan gurilem. Tangan kanannya memegang tongkat untuk membantunya menunjukkan arah kaki melangkah.

Dedi Mulyadi lalu menghampiri dan mengajak Kang Aris naik ke atas mobilnya. Sepanjang perjalanan, pembicaraan pun mengalir santai.

Kang Aris sendiri tidak tahu siapa pria yang mengajaknya naik mobil itu. Dedi Mulyadi sambil bercanda malah menyebutkan bahwa ia adalah Haji Udin dari Majalengka.

Diketahui Kang Aris berasal dari Karawang, Jawa Barat. Dia memiliki seorang istri dan seorang anak yang tinggal di Serang, Banten.

Sudah setahun ini, Kang Aris keliling berjualan gurilem di Kota Bandung. Meski tak bisa melihat, ia mengaku tak pernah salah arah tujuan.

"Kalau mentok, ya tinggal nanya saja ke orang lain. Minta ditunjukkan arah," kata Kang Aris, saat ditanya Dedi Mulyadi apakah dia kerap tersesat.


Gurilem ini diperolehnya dengan cara membeli secara cash dari seorang bandar di Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Dari bandarnya, sebungkus gurilem dihargai Rp 2.000, Kang Aris menjualnya Rp 5.000 per bungkus, ini artinya dari satu bungkus ia mengantongi keuntungan Rp 3.000.

Sekali bawa, bisa sampai 60 bungkus. Dalam sehari, rata-rata bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 70 ribu.

Sama seperti penjual lainnya tak jarang, dalam sehari tak membawa pulang uang karena tak laku. 

Dalam kesempatan itu oleh Dedi Mulyadi, Kang Aris sempat diminta untuk makan siang terlebih dulu.

Dedi Mulyadi pun memborong seluruh gurilem milik Kang Aris seharga Rp 300 ribu.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi pun memberikan sejumlah uang untuk menambah modal usaha sekaligus untuk hadiah bagi istri dan anak Kang Aris di Serang, Banten.

Dedi Mulyadi dan Kang Aris pun berpisah di Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung. Dedi Mulyadi lanjut kunjungan kerja ke Medan, Kang Aris langsung pulang ke Serang.

Video pertemuan antara Dedi Mulyadi dengan Kang Aris kemudian diunggah ke akun media sosial dan channel youtube Kang Dedi Mulyadi dan mendapat respons positif dari warganet.

Dalam unggahannya Dedi Mulyadi menulis kalimat, "Saya katakan ke Kang Aris untuk terus semangat dan menjaga kesehatan. Ada anak istri yang setia menunggu kepulangannya di rumah".
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar