Skip to main content

Rivat Kini Banjir Dukungan, Banyak Warga Datang Besuk hingga Kasih Makanan, Semangat Demi Harga Diri


Rivat Eka Putra (43), pelaku pembunuhan selingkuhan sang istri, terus mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Bahkan masyarakat tak segan-segan minta pelaku dibebaskan.

Tidak sampai disitu saja, warga sampai mau minta bantuan pengacara kondang Hotman Paris.

Rivat merupakan pelaku pembunuhan terhadap Ario Fernando alias Nando (34).

Pelaku kesal ke korban karena sudah selingkuhi istrinya bernama Yebi.

Tidak hanya sekali, pelaku memperingatkan keduanya untuk mengakhiri perselingkuhannya.

Namun keduanya tetap mengulangi perbuatan yang sama.

Hingga puncaknya, Nando meregang nyawa di salah satu tempat karaoke saat berduaan dengan istri pelaku.

Namun perbuatan warga Jalan Kerinci Vina Asri Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) itu, dinilai banyak pihak sebagai pria sejati dan kesatria, karena membela serta mempertahankan kehormatan rumah tangga.

Di media sosial pemberitaan Rivat selalu dikomentari pada netizen dengan dukungan bahkan warga banyak yang berencana membesuk mengantar makanan ke pria tiga anak tersebut.

Tak hanya itu, bahkan para netizen berencana menghubungi pengacara kondang Hotman Paris untuk membantu memperjuangkan Rivat agar mendapat keringanan hukuman penjara.

Bahkan ada juga yang membuat hastag bebaskan rivat karena dianggap lelaki yang baik dan membunuh akibat harga diri diinjak-injak.

"Lelaki mana yang mau harga dirinya diinjak-injak/sudah tak dihargai... Membunuh/terbunuh," tulis Fahrur R Tnx mengomentari postingan berita Tribunsumsel.com.

"Semangat Bang, demi harga diri," tulis Dartox Armuda.

Selain itu ada juga netizen yang meminta Rivat dibebaskan saja karena istrinya yang memulai sehingga terjadi aksi pembunuhan.

"Bebaske bae, dio tu dak salah tapi bininyo yang salah," tulis akun Wawan dan Alif.

Tidak hanya di media sosial namun banyak warga juga mengatakan jika Rivat keseharianya pendiam dan merupakan anggota salah satu pengajian agama.

"Dia itu orangnya baik dan pendiam, mungkin karena sudah tidak tahan lagi ya begitu jadinya. Apalagi sudah diperingatkan sampai tiga kali agar tidak selingkuh," kata Ari, satu diantara warga Kelurahan Muaradua ketika dibincangi.

Selain itu, Diana warga lainnya mengaku yang mendukung dan memberi semangat Rivat sangat banyak mulai dari mengantar nasi bungkus, memberi semangat hingga menandai akun serta mengirim pesan langsung meminta bantuan pengacara kondang Hotman Paris.

"Banyak yang menilai Rivat orang baik, tak banyak ulah serta orang pengajian jadi banyak yang simpatik," bebernya.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman mengungkapkan atas perbuatannya itu tersangka akan dijerat pasal 338 dan 351 KUHP.

"Pelaku akan dijerat pasal berlapis dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara," tegasnya. (eds)

Rivat Minta Maaf

Sempat mengaku lega, usai habisi nyawa selingkuhan istri, Rivat kini meminta maaf kepada keluarga korban.

Ario Fernando alias Nando (34), tewas setelah dihabisi oleh Rivat karena selingkuh dengan istri pelaku di room karaoeke.

Penyesalan dan permohonan maaf itu disampaikan Rivat kepada wartawan ketika diwawancarai saat realise di halaman Mapolres Prabumulih, Senin (30/11/2020).

"Saya sangat menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban," katanya kepada wartawan.

Rivat yang diketahui asli Padang tersebut mengaku khilaf dan menyesali perbuatan telah melakukan pembunuhan tersebut.

"Kepada keluarga korban, aku pribadi minta maaf, aku menyesal," katanya dengan mata berlinang dihadapan Kapolres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi usai release mewawancarai langsung Rivat dan meminta pelaku harus menerima kenyataan serta menjalani proses hukum yang berlaku.

"Ikhlas saja jalani ya, harus kuat, semua sudah ada suratannya, ikhlas saja," ujar Kapolres ketika berbincang dengan Rivat.

Kapolres juga menyampaikan semua orang semua ada masalah dan ada persoalan sehingga harus tetap bersabar serta jangan melakukan hal tidak baik.

"Sabar ya, jalani dengan ikhlas," bebernya.

Minta Sang Istri Dipenjarakan

Pasca melakukan pembunuhan dengan selingkuhan istri, tersangka Rivat Eka Putra (43) masih menjalani pemeriksaan intensif petugas Satreskrim Polres Prabumulih.

Rivat yang dibincangi wartawan dan polisi nampak tenang serta tanpa adanya penyesalan.

Bahkan pria tiga anak itu nampak lega setelah melakukan pembunuhan sadis terhadap Ario Fernando (34) warga Jalan Tangkuban Perahu Kelurahan Muaradua yang merupakan selingkuhan istrinya.

Kepada petugas kepolisian bahkan warga Jalan Kerinci Vina Asri Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur itu meminta agar sang istri juga di penjarakan.

"Sepertinya pelaku lega karena sudah lama mengetahui dan sudah berkali-kali diingatkan, malahan kemarin dia (pelaku-red) minta istrinya itu dipenjarakan juga, mungkin kesal," ungkap sumber di kepolisian enggan nama disebutkan, Kamis (26/11/2020).

Rivat ketika diwawancarai mengungkapkan jika dirinya kesal dengan sang istri dan telah beberapa kali memorgoki istri serta menasehati keduanya tapi tetap tak dianggap.

"Sudah sering diomongi tapi masih, sudah sering ketahuan bohong, pernah pamitan beli pecel lele tapi hampir sejam, beli pulsa ke padat karya setengah jam padahal bukan ke sana.

Saya marahi karena saya lihat di GPS bukan ke sana," katanya kepada wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat kota Prabumulih mendadak gempar.

Pasalnya, aksi pembunuhan sadis terjadi di room nomor 3 Diva Family Karaoke di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 14.00.

Korban diketahui bernama Ario Fernando (34) warga Jalan Tangkupan Perahu Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Ario tewas ditempat dibunuh Rivat Eka Putra (43) warga Jalan Kerinci Vina Asri 2 Kelurahan Muaradua yang tak lain merupakan tetangga tak jauh dari rumah korban.

Korban tewas mengenaskan dengan luka gorok di leher sebanyak enam lubang dan luka di tangan akibat senjata tajam pelaku.


Polisi Bebaskan Istri Pelaku

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Prabumulih, istri pelaku pembunuhan Rivat Eka Putra (43) yakni Yebi Abmi (37) akhirnya dilepas dan diantar pulang oleh jajaran petugas kepolisian.

Ibu tiga anak yang beralamat di Jalan Kerinci Vina Asri Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) itu diantar pulang petugas kepolisian usai pemeriksaan semalam dan tidak dilakukan penahanan.

"Istri pelaku tidak kita lakukan penahanan dan sudah diizinkan pulang," ungkap Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman melalui Kanit Pidum, Ipda AM Panera ketika diwawancarai, Kamis (26/11/2020).

Kanit Pidum menuturkan, meski diperbolehkan pulang namun istri pelaku masih berstatus saksi dan akan tetap dilakukan pemeriksaan.

"Status istri pelaku sebagai saksi, istrinya kita izinkan pulang," katanya singkat.

Seperti diketahui, masyarakat kota Prabumulih mendadak gempar.

Pasalnya, aksi pembunuhan sadis terjadi di room nomor 3 Diva Family Karaoke di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 14.00.

Korban diketahui bernama Ario Fernando (34) warga Jalan Tangkupan Perahu Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Ario tewas ditempat dibunuh Rivat Eka Putra (43) warga Jalan Kerinci Vina Asri 2 Kelurahan Muaradua yang tak lain merupakan tetangga tak jauh dari rumah korban.

Korban tewas mengenaskan dengan luka gorok di leher sebanyak enam lubang dan luka di tangan akibat senjata tajam pelaku.

Ketahuan Selingkuh

Selain mengaku kesal dengan korban Ario Fernando (34) yang telah berselingkuh dengan istrinya Yebi Abmi, tersangka Rivat Eka Putra (43) mengakui telah sering mengingatkan korban agar menjauhi istrinya tapi tetap tak diindahkan.

"Saya kesal dengan korban dan istri saya karena mereka selingkuh," ungkap pelaku ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian di Polres Prabumulih, Rabu (25/11/2020).

Menurut Rivat, sang istri dan korban telah berselingkuh sejak enam bulan lalu dan telah pernah ketahuan namun masih dimaafkan serta diminta tidak lagi.

"Dua bulan lalu sempat ketahuan oleh saya dan sudah saya minta berhenti tapi ternyata masih," katanya seraya mengaku sangat kesal dengan korban dan sang istri.

Tak hanya itu Rivat mengaku sempat mendatangi atau menemui korban untuk menjauhi dan jangan mengganggu istri serta keluarganya namun hal itu tak dianggap korban.

"Pernah ku datangi ku minta supaya jauhi istri tapi masih saja," katanya.

Pasang GPS

Rivat mengaku dirinya mengetahui istri lantaran memasang JPS di motor Vario yang digunakan sang istri.

"Pas kerja lihat GPS motor istri ke karaokean diva, saya lihat sekitar 30 menit di Diva.

Kalau beli makanan tidak mungkin, lalu saya izin ke bos kantor untuk pulang dan langsung ke TKP," jelasnya.

Berawal dari Facebook

Sementara istri pelaku yakni Yebi Ambi mengakui telah menjalin hubungan asmara dengan korban sejak lima bulan lalu.

"Kami sudah menjalin hubungan selama lima bulan ini," katanya.

Yebi menuturkan, kenal dengan korban dari media sosial facebook berawal dari saling komen dan kenalan.

"Terus kami pacaran, (selingkuh) karena rasa nyaman," lanjutnya seraya mengaku memiliki anak tiga.

Lebih lanjut Yebi mengakui setiap minggu bertemu korban minimal dua kali.

"Seminggu dua kali, ini ketiga kali ketemua," tambahnya.

Sementara pantauan di ruang penyidik polres Prabumulih, Yebi mengaku menyesal dan mencium kaki suaminya Rivat beberapa kali dihadapan polisi dan wartawan.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar