Skip to main content

CURIGA Susu Bayinya Kenapa Cepat Habis, Ibu Naik Pitam Lihat Tingkah Pengasuh di CCTV, Menjijikkan!

Dilansir dari People Daily, seorang ibu membongkar perilaku tak biasa pengasuh bayinya melalui kamera CCTV.

Awalnya si ibu curiga lantaran bayinya selalu menghabiskan susu dalam jumlah yang banyak.

Dia melihat pengasuh bayi itu sedang membawa botol susu kosong ke dapur. Karena penasaran, sang ibu bertanya, "Di mana susunya?"


Awalnya si ibu tak sadar bahwa pengasuh bayi lakukan tindakan keji. Sang ibu juga sempat memberi nasihat pada pengasuh bayi.

Bila memang anak perempuannya telah kenyang meminum bayi, si pengasuh bisa memberikan ke anak yang lain.

Di momen yang lain, si ibu kemudian melihat si pengasuh memberi makan putrinya selama sekitar 40 menit.

Dia memperkirakan ada sekitar 40 sampai 50 cc susu yang tertinggal di botol.

Sang ibu kemudian pergi ke ruangan lain untuk merapikan tempat tidur. Saat dia keluar, dirinya begitu kaget.

Si pengasuh ditanyai apakah anaknya telah menghabiskan susu di botol? Lalu pengasuh menjawab, "Iya!"

Sang ibu kemudian menulis dalam buku hariannya bahwa putrinya telah meminum 130 cc susu. Tapi dirinya merasa ada yang tak beres.

Kegelisahannya ternyata berbuah petunjuk. Dia mencoba melihat rekaman CCTV ruang tamu.

Dia kaget luar biasa saat menemukan si pengasuh memberi makan putrinya.

Waktu itu dia melotot ke lensa kamera. Kemudian dia bangkit dan pergi ke dapur.

Dikira bahwa kamera tersebut telah tak menjangkaunya.

Rekaman tersebut dengan mengejutkan tunjukkan botol berisi susu ditenggak oleh si pengasuh.

youtube image

Setelah menonton rekaman tersebut, sang ibu penuh dengan kejijikan.

Tak hanya berbohong dan gagal mengurus putrinya, dia bahkan telah melakukan hal ngawur.

Pada awalnya si pengasuh menolak untuk mengakui perbuatannya.

Dia bersikeras bahwa si anak telah menghabiskan seluruh susu di botol. Namun akhirnya dia mengaku juga.

Dengan terpaksa, dia mengatakan, "Hanya minum sedikit." Pengasuh beralasan meminum susu tersebut karena dia mengidap anemia.

Dia mengklaim bahwa majikan sebelumnya memberi susu untuknya.


Saat ini, sang ibu mengatakan bahwa si pengasuh telah menemukan pekerjaan baru di sebuh TK.

Dikutip wartawan Grid.ID dari laporan Pear Video, pengasuh tersebut tak dipecat dari agen pengasuh bayi yang menaunginya.

Meminum susu tak dianggap sebagai pelanggaran serius.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Shanghaiist, si ibu bayi tersebut bermarga Lin, tinggal di kota Kaohsiung, Taiwan.

Pipi Balita Merah & Mulut Berdarah, Guru TK Bilang Kepleset, Orangtua Syok Tahu Faktanya di CCTV

Melansir Eva.vn Rabu (2/9/20) insiden itu terjadi di daerah Fengshan, Kota Kaohsiung, Taiwan oleh seorang ibu bernama Li.

Li memiliki anak yang masih berusia 3 tahun, dan masih sering dititipkan di sekolah taman kanak-kanak.

Awalnya dia mengira taman kanak-kanak adalah tepat teraman untuk menitipkan anaknya, namun semuanya berubah setelah dia melihat perlakuan sang guru.


Sekitar jam 11 siang, pada 21 Agustus, Li mengakses kamera cctv melalui ponselnya karena ingin melihat aktivitas anaknya.

Pada saat itu, Li melihat putranya di kelas sedang menangis sendirian.

Pada waktu itu dia juga melihat ada 3 guru, di kelas pada saat itu tetapi semuanya terlihat mengabaikan dan tidak ada yang menghibur anaknya.

Kemudian 15 menit kemudian, seorang guru perempuan mengajak anak laki-laki untuk makan.

Li awalnya masih melihat aktivitas normal, karena dia pikir mungkin terlalu banyak murid tentu sulit bagi guru untuk menangani semuanya.

Sementara itu juga menurutnya normal bagi anak-anak menangis terutama saat jauh dari orang tuannya.

Namun setelah dipantau lebih lanjut, Li terkejut  syok mengetahui ulah seorang guru perempuan. 

Selama istirahat dia melihat seorang guru perempuan, mencengekeram kerah putranya, menariknya ke sudut ruangan.

Kemudian dia menjambak dan mencubit mulutnya dan memukuli bocah itu berulang kali.

Pada akhirnya, guru itu juga mendorong bocah itu ke samping, membuat bocah itu ketakutan dan kesakitan memegangi wajahnya dan menangis.

Terlalu syok dengan pemandangan itu, Li segera pergi bersama suaminya ke taman kanak-kanak itu.

Sampai di sana pasangan itu semakin syok menyaksikan pipi putranya merah, dan sudut mulutnya terlihat berdarah.

Saat ditanya, guru perempuannya berdalih bahwa anak tersebut terjatuh saat main di perosotan.

Sebenarnya, Li sudah mengetahui kejadian itu beberapa hari sebelumnya, ketika anaknya pulang dalam kondisi berdarah mengatakan dia dipukuli gurunya.

Awalnya orang tuanya mengira anaknya berbohong tetapi setelah menyaksikan tayangn di CCTV dia percaya dengan penjelasan putranya.

Li terang-terangan mengungkap kejahatan gurunya, dan bahkan melaporkannya ke perwakilan taman kanak-kanak itu tidak mengetahui kekerasan itu.

Sekolah kemudian membuat janji dan menjelaskannya pada Li hingga 24 Agustus, Departemen Pendidikan juga menerima keluhan pelecehan anak.

Badan tersebut juga meminta bukti yang dimiliki Li untuk diteliti lebih lanjut.

Setelah itu, mereka akan melakukan tindakan untuk melaporkannya ke Divisi Sosial dan sesuai dengan Kode Hak Anak.

Sementara itu guru yang bertugas diberhentikan sementara namun belum diberikan hukuman yang spesifik. (*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar