Skip to main content

Tak Tersorot Media, Kakek Celine Evangelista Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Pahlawan Negara Hingga Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan Raya

Tak Tersorot Media, Kakek Celine Evangelista Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Punya Banyak Sekolah dan Rumah Sakit Serta Sempat Bertemu Bung Hatta dan Mantan Presiden Soeharto 

Kakek Celine Evangelista ternyata tokoh terkenal dan seorang pahlawan negara hingga namanya diabadikan dalam nama jalan. . 

Sosok Celine Evangelista sempat menuai perhatian warganet. 

Semua itu lantaran popularitasnya yang menanjak, apalagi setelah menikah dengan pria tampan Stefan William, namanya semakin meroket.

Hal yang menyedot perhatian dari Celine salah satunya adalah ketertarikannya pada ajaran islam. 

Meski beragama katolik, dia terlihat antuasias mengetahui lebih dalam ajaran islam. 

Unggahan itu memperlihatkan ustaz Riza Muhammad beserta istri berfoto bersama Celine Evangelista, Stefan William, dan beberapa artis. 

Pria yang dikenal sebagai ustaz seleb itu mengaku habis melakukan pengajian di malam minggu.

"Malam ini pengajian bareng bareng @celine_evangelista @steffanwilliam," tulis Riza.

Nah, selain sosok Celine yang belakangan viral, tak banyak yang tahu ternyata sosok artis ini punya kakek yang sangat terkenal, sosoknya bukan sembarangan karena pernah ditemui Bung Hatta dan mantan Presiden Soeharto

SOSOK KAKEK CELINE EVANGELISTA YANG TERNYATA BUKAN ORANG SEMBARANGAN

Tak banyak yang tahu, ternyata kakek Celine adalah seorang pahlawan. 

Ia berjasa karena telah mempersatukan umat islam di Sulawesi Selatan. 

Namanya adalah Haji Fadeli Luran. Celine sendiri rutin mengunjungi makam kakeknya di Panaikkang, Makassar, Sulawesi Selatan seperti yang pernah diunggahnya di instagram. 

Pulang ke Makassar kampung Kakek ku.. Ziarah ke makam kakek Buyut ku Haji Fadeli Luran , ke Kakek kandung ku Sultani FadeliLuran & keluarga yg lain ❤️," jelas Celine sebagai keterangan foto, Jumat, 12 April 2019. 

Sosok Haji Sultan Fadeli Luran sendiri ternyata bukan orang sembarangan.

Dilansir GridHITS.id dari situs immim.sch.id, sebuah website sekolah yang juga didirikan oleh mendiang disebutkan, fisik Fadeli Luran terkenal tinggi besar. 

Kelebihan fisik ini jugalah yang membuatnya menjadi anggota militer, pejuang dan pernah menjadi Komandan Batalyon di Sulawesi.  

Semasa hidupnya, ia merupakan figur pemimpin yang brilian.

Dalam arti, ia sanggup menjabat berbagai posisi krusial di sejumlah organisasi.

Di samping Ketua Umum DPP IMMIM, Fadeli Luran juga diangkat menjadi Ketua Orpeha (Organisasi Persaudaraan Haji) maupun anggota Dewan Penyantun Unhas, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah, UIN Alauddin serta Universitas Bosowa.

Pada tahun 60-an, Fadeli Luran menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRD-GR) Kotapraja Makassar.

Kurun waktu 1965-1967, ia menjabat Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI). Pada 1967, Fadeli Luran yang punya kualitas kepribadian individu diserahi tugas oleh Andi Pangerang Pettarani sebagai Ketua Yayasan Badan Wakaf UMI Makassar.

Universitas Muslim Indonesia sendir adalah salah satu universitas terbesar di Indonesia yang punya puluhan ribu mahasiswa. 

KAKEK CELINE EVANGELISTA BANYAK BERTEMU SOSOK PENTING

Tak usah heran, popularitasnya membuat ia kerap bertemu dengan orang terkenal seperti Bung Hatta dan mantan Presiden Soeharto.

FOTO : Fadeli Luran dan Presiden Soeharto. 

Pada 1980, Fadeli Luran bersama Jusuf Kalla, AT Salama serta H Ince Muhammad Ibrahim, membangun Rumah Sakit Faisal.

Rumah sakit yang dibiayai Kerajaan Arab Saudi tersebut, terletak di kawasan Gunungsari seluas lima hektar.

Dalam menopang keberadaannya, dibentuk pula Yayasan Rumah Sakit Faisal (Yasrif).

Secercah harapan terlintas untuk membangun rumah sakit ketika Duta Besar Saudi Arabia Sheikh Bakr Alkhamais menjalin ukhuwah dengan Fadeli Luran.

Niat luhur tersebut akhirnya mendapat lampu hijau seterang kristal dari Kerajaan Arab Saudi.

Selain sebagai pionir pembangunan serta Ketua Yasrif, Fadeli Luran juga mendirikan Apotik Farida Rahmah pada 1980.

Foto : Fadeli Luran sedang berbincang saat hendak mendirikan rumah sakit. 

Fadeli Luran Award

Tak hanua bikin rumah sakit dan sekolah, Fadeli Luran juga gelar Fadeli Luran Award.

Penghargaan ini diberikan kepada mubalig-mubalig agung Indonesia. Penerima Fadeli Luran Award antara lain Prof Dr M Quraish Shihab dan Prof Dr Nasaruddin Umar.

Kakek Celine Evangelista Jadi Nama Jalan 

Untuk menghargai jasa Fadeli Luran, maka pemerintah Sulawesi Selatan mengabadikannya dalam bentuk nama jalan di Pangkep.

Jalan Fadeli Luran terletak di Jalan Poros Minasate’ne.

Jalan Fadeli Luran merupakan akses alternatif bagi para karyawan yang berdomisili di Makassar, tetapi, bekerja di Pangkep.

Kakek Celine Evangelista Tak Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan 

Fadeli Luran wafat pada Ahad, 1 Maret 1992.

Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Menjelang ajalnya, Fadeli Luran cuma mampu mengunyah empat sendok bubur yang diberikan Siti Rahmah, istri yang setia menemaninya dalam suka dan duka.

Ketika jenazah disemayamkan, istrinya Rahmah dihampiri petugas militer.

Petugas menyampaikan bahwa seluruh keperluan penguburan di Taman Makam Pahlawan (TMP) segera disiapkan.

“Bapak tidak pernah menyebut TMP”, jelas Rahmah.

Satu jam berikutnya, petugas lain ke rumah duka.

Ia hendak memastikan di mana Fadeli Luran akan dimakamkan. “TMP atau Pekuburan Islam Panaikang”.

Rahmah tegas memilih pekuburan Islam karena tidak ada wasiat perihal TMP.

(*)

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar